Breaking News:

Berita Madura

Biaya Pembebasan Lahan Tak Merata, Warga di Sampang Blokade Pembangunan Normalisasi Sungai Kemuning

Sejumlah warga Desa Pasean, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura ngeluruk realisasi pembangunan normalisasi Sungai Kamuning di area desa setempat, Rabu

Penulis: Hanggara Syahputra | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM/Hanggara Pratama
Sejumlah warga Desa Pasean, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura saat memblokade realisasi pembangunan normalisasi Sungai Kamuning di area desa setempat, Rabu (13/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanggara Pratama

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Sejumlah warga Desa Pasean, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura ngeluruk realisasi pembangunan normalisasi Sungai Kamuning di area desa setempat, Rabu (13/10/2021).

Dengan ekspresi kesal mereka memaksa agar para pekerja yang tengah membangun dinding penahan tanah atau sheet pile pada sungai untuk berhenti.

Bahkan, warga menutup jalan di area pembangunan dengan bambu agar tidak ada kendaraan milik pekerja yang melintas.

Langkah itu diambil lantaran warga mengaku kesal, mengingat sejak mulai direalisasikan pembangunan, hingga saat ini biaya pembebasan lahan tidak kunjung merata.

Artinya, masih ada sebagian lahan milik warga yang belum dibebaskan, terutama milik warga yang memblokade pembangunan kali ini.

Baca juga: PCNU Sampang Ambil Jalur Hukum usai Subaidi Enggan Mengaku Salah Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik NU

"Pembangunan mulai digarap sejak tiga tahun yang lalu tapi sampai saat ini uang pembebasan lahan milik kami belum kunjung diberikan," kata Hajis, salah satu warga saat dilokasi.

Pria berusia berusia 38 tahun itu merasa bingung harus berbuat apa, karena sebelumnya hanya diberi janji belaka oleh pihak terkait.

Baca juga: Gadis Kota Malang yang Sempat Gagal Vaksinasi karena NIK Dipakai Orang Lain Akhirnya Disuntik Vaksin

Di mana pembebasan lahan secara keseluruhan, dari hulu sampai hilir dijanjikan rampung tahun ini.

Di sisi lain jalannya pembangunan dalam upaya penanggulangan banjir itu dinilai hampir rampung sehingga mereka terpaksa menggelar aksi protes tersebut.

Baca juga: Satwa Dilindungi Dijual Hidup atau Mati Seharga Rp15 Juta, 2 Pelaku Diringkus Polda Jatim

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved