Breaking News:

Berita Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah Kenakan Pakaian Majapahitan dalam Upacara HUT Jatim ke-76

Peringatan HUT Provinsi Jawa Timur yang ke 76 dilaksanakan secara khidmat di halaman Gedung Negara Grahadi, Rabu (13/10/2021). 

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/Fatimatuz Zahroh
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengenakan pakaian adat khas Majapahitan saat upacara HUT Provinsi Jawa Timur yang ke 76 dilaksanakan secara khidmat di halaman Gedung Negara Grahadi, Rabu (13/10/2021). 

Sebagaimana diketahui bahwa hampir dua tahun ini Jawa Timur maupun bangsa Indonesia secara keseluruhan menghadapi situasi yang tak mudah dengan adanya wabah covid-19. Dimana wabah ini menggoncangkan ekonomi, politik, interaksi budaya di Jatim.

Baca juga: Gadis Kota Malang yang Sempat Gagal Vaksinasi karena NIK Dipakai Orang Lain Akhirnya Disuntik Vaksin

“Namun Alhamdulillah kita tak pernah menyerah. Itulah mengapa kita angkat tema HUT kali ini yaitu Jatim Bangkit. Sejak pandemi kami bersama forkopimda dan bupati walikita telah bahu membahu melakukan preventif guna menekan dampak virus. Kami pastikan kami sangat serius dalam menangani pandemi. Kami berkomitmen warga Jatim harus terlindungi kesehatannya,” tegas Khofifah. 

Dikatakan Khofifah bahwa di HUT Jatim kali ini, ada capaian yang harus disyukuri bersama terutama terkait penanganan covid-19 Jatim. Di mana Jatim telah berhasil menekan pertambahan kasus baru yang sangat signifikan.

Pasalnya jika saat puncak gelombang kedua di bulan Juli kasus harian bertambah sampai 8.200 kasus dalam sehati, dalam dua hari terakhir disampaikan Khofifah tambahan kasus baru di Jatim sudah di angka 47 kasus saja.

Begitu juga dengan kematian kasus. Saat puncak gelombang kedua, kematian kasus harian mencapai 112 orang, saat ini mmtelah menurun jadi 10 kasus meninggal setiap hari.

“Semua angka itu terus membaik. Termasuk positivity rate kita sudah sebulan ini kita selalu di bawah 0,5 persen. Sebelumnya RS kewalahan karena banyaknya pasien covid-19, saat ini sudah berkurang kepadatannya. RS Darurat yang telah merawat 10 ribu pasien kini sudah seminggu terakhir zero pasien covid-19,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan Khofifah bahwa pihaknya bersama Pemprov Jatim akan fokus dalam beberapa sektor. Pertama yaitu pemulihan ekonomi, tumbuhnya kekebalan komunitas, pengentasan kemiskinan dan pemulihan sektor terdampak pandemi covid-19.

“Kita berupaya untuk menekan kemiskinan eksrem. Yang fokusnya dengan tiga hal, yaitu menurunkan beban pengeluaran, meningkatkan pendapatan, dan mempersempit wilayah kemiskinan. Ada lima daerah di Jatim yang kini juga menjadi pilot project penanganan kemiskinan ekstrem dari pemerintah pusat,” tegasnya.

Yang dimaksud kemiskinan ekstrem dikatakan Khofifah adalah ketika masyarakat pendapatannya di bawah 1,9 USD.

“Maka saya mengajak kita semua untuk jihad melawan kemiskinan,” tegasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved