Breaking News:

Berita Malang

Kenaikkan Harga Bahan Baku, Pengusaha Roti di Malang Terpaksa Naikkan Harga

Sejak sebulan terakhir terjadi kenaikkan bahan baku untuk pembuatan roti. Seperti terigu, margarine susu dan gula. Sedang telur masih relatif stabil

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Luhur Pambudi
Pembuatan roti tawar rasa pandan di Palmarum Bakery Kota Malang, Rabu (13/10/2021). Sejumlah bahan baku pembuatan roti naik sehingga harga jualnya terpaksa dinaikkan. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sylvianita Widyawati

TRIBUNJATIM.COM, MALANG-Sejak sebulan terakhir terjadi kenaikkan bahan baku untuk pembuatan roti. Seperti terigu, margarine susu dan gula. Sedang telur masih relatif stabil yaitu Rp 18.000 per kg. 

Menurut Esti Rahayu, pemilik Palmarum Bakery Malang, atas kenaikkan bahan baku, ia menyampaikan ke pelanggan.

"Sebagian ada yang menerima. Ada sebagian yang wait and see," jelasnya pada suryamalang.com, Rabu (13/10/2021). Lainnya ada yang menahan diri tidak membeli. Kenaikkan harga margarine susu dari semula Rp 212.000 per 15 kg kini menjadi Rp 217.500.  Maka terpaksa ada kenaikkan harga produk roti Rp 1000. 

"Saya sebenarnya gak tega menaikkan harga. Tapi jika tidak dinaikkan, ada pekerja yang harus dibayarkan," kata Esti. Karena kenaikkan harga bahan baku maka juga berdampak pada penjualan. Jika selama ini membuat 100 roti tawar per hari, maka sekarang antara 60-70 roti tawar. Pekerjanya saat ini masih lingkup keluarga. 

Selain membuat aneka roti manis, keunggulan diproduknya adalah roti tawar. 

Rotinya lentur dan enak dimakan tanpa diberi topping apapun. 

Untuk penjualannya, ia memiliki reseller. Mereka adalah ujung tombak penjualan selain lewat WA. Dari reseller itulah ia bisa memproduksi roti dengan jumlah pasti. 

Baca juga: Gara-Gara Pemadaman Listrik dan Koneksi Internet Tidak Stabil, Persidangan di Jember Ditunda

Esti membuka usaha roti sejak enam bulan lalu saat pandemi Covid-19. Sebelumnya ia membuat makanan ringan. 

Dikatakan, jika nanti harga bahan baku turun, maka ia pasti akan menurunkan harganya. Ini yang mungkin ditunggu konsumen. Untuk produk roti tawarnya dijual antara Rp 15.000 sampai Rp 17.000. 

Saat ini penjualan masih di sekitar Malang Raya. Untuk pemesanan pernikahan atau kegiatan lainnya juga dilayani. Amin Tohari, suami Esti konsentrasi membantu pembuatan roti tawar. "Untuk pemasaran, saya cari terobosan-terobosan. Kalau rotinya hanya diletakkan di etalase pasti kurang jalan," kata Amin. 

Ia beruntung ada reseller yang pasarnya pekerja pabrik sehingga banyak penjualannya. Dikatakan, di masa pandemi, harus bisa mencari cara berjualan. Ia memilih bisnis roti karena sebelumnya istrinya sudah berbisnis makanan ringan. Tapi untuk membuat roti, mereka belajar otodidak termasuk lewat youtube sampai menemukan formula yang pas. Sylvianita Widyawati

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved