Berita Pasuruan

Kisah Guru Honorer di Pasuruan, Belasan Tahun Mengajar, Tak Lolos PPPK

Tutut Farihatus Sholihah tak kuasa menahan rasa sedihnya, saat ditemui di sekolahnya,Rabu (13/10/2021)

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Galih Lintartika
TIDAK ADIL : Tutut Farihatus Sholihah merasa kecewa karena tidak lolos PPPK. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN- Tutut Farihatus Sholihah tak kuasa menahan rasa sedihnya, saat ditemui di sekolahnya,Rabu (13/10/2021).

Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN Pogar 3 Bangil ini tidak lolos ujian penerimaan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Kabupaten Pasuruan.

Dia kecewa karena sekolahnya, tempat ia mengajar selama 18 tahun ini tidak membuka formasi P3K tahun ini. Padahal, di sekolahnya membutuhkan guru PAI.

Ia terpaksa harus ikut formasi di SDN lain. Di sekolah lain, ia dinyatakan tidak lolos karena nilainya kurang. Ia juga heran namanya tidak dalam dapodik.

"Saya sudah bertahun-tahun mengabdi. apakah tidak ada kesempatan diberikan pemerintah kepada saya,” kata Tutut saat ditemui.

Yang membuatnya lebih nelangsa lagi saat ada seorang pegawai non ASN di Kecamatan Bangil, MF, justru lulus tes P3K ini.

Yang bersangkutan dinyatakan lulus di SDN Pogar 3 tempat Tutut berada. MF dinyatakan lolos sebagai guru kelas di SDN 3 Pogar.

"Dia memang tenaga pendidik, tapi bukan guru SD, melainkan guru TK swasta. Anehnya dia bisa lolos seleksi P3K ini," urainya.

Baca juga: Dua Tempat Hiburan Malam di Kota Mojokerto Disanksi Tutup 1 Bulan

Padahal, kata dia, persyaratannya untuk guru P3K SD itu minimal dua tahun menjadi guru SD di sekolah negeri untuk formasi negeri.

Ia merasa ada yang janggal. Bahkan, rasa heran yang dirasakannya juga dirasakan teman - teman guru lainnya di SD inj.

"Dia memang operator disini, terus keluar menjadi staf kecamatan dan anehnya tiba - tiba lulus menjadi guru dalam seleksi P3K. Dapodiknya bagaimana?” lanjutnya.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dispendik Kabupaten Pasuruan Imam Supi’i menguraikan, penentuan kelulusan semuanya adalah kewenangan pusat. 

Pihak Dispendik Kabupaten Pasuruan, hanya kebagian tempat dan pendampingan. “Kewenangannya ada dipusat,” katanya.

Imam menjelaskan, pihaknya sudah menyerahkan semua formasi yang ada ke pemerintah pusat. Namun, tidak semua formasi itu ternyata disetujui. 

Salah satunya, guru PAI di SDN Pogar 3 yang ternyata tidak ada. Berkaitan dengan MF, sebenarnya ia juga merupakan guru di TK. Ia memiliki dapodik. Sehingga, bisa melakukan pendaftaran untuk mengikuti seleksi. “Selama punya dapodik, bisa mengikuti ujian tersebut,” tandasnya. (lih)

Kumpulan berita Pasuruan terkini

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved