Breaking News:

Berita Jatim

Sindikat Penjualan Satwa Dilindungi di Jatim, Jual Satwa Via Medsos Seharga Rp15 Juta

Dua orang anggota sindikat perdagangan satwa dilindungi yang ditangkap Polda Jatim, ternyata memanfaatkan media sosial (Medsos) dalam menjual satwa

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Luhur Pambudi
Vando Rangga Wisa (29) warga Pakel, Tulungagung, dan, Sandi Fanandri Sofyan Sauri (25) warga Kalisat, Jember, anggota sindikat penjualan dan penyelundupan satwa dilindungi saat dikeler anggota Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA-Dua orang anggota sindikat perdagangan satwa dilindungi yang ditangkap Polda Jatim, ternyata memanfaatkan media sosial (Medsos) dalam menjual satwa tersebut dalam keadaan mati atau hidup.

Dua orang anggota sindikat tersebut, diantaranya Vando Rangga Wisa (29) warga Pakel, Tulungagung. Dan, Sandi Fanandri Sofyan Sauri (25) warga Kalisat, Jember.

Melalui sarana kemudahan tersebut, sindikat itu melayani pesanan satwa dari para calon pembeli.

Mereka menjual satwa dilindungi tersebut dalam keadaan hidup atau mati, dengan kisaran harga yang relatif sama, yakni kisaran Rp15 Juta.

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Oki Ahadian Purwono mengungkapkan, kedua pelaku memiliki peran yang sama dalam menjalankan bisnis ilegal tersebut.

Mereka akan bahu membahu berupaya mencarikan satwa yang diminta oleh para calon pembeli.

"Bekerja sama mereka saling melengkapi. Kalau ada yang butuh, mereka akan saling kontak," katanya di Gedung Humas Mapolda Jatim, Rabu (13/10/2021).

Kemudian, terkait metode pengiriman satwa tersebut. Oki mengungkapkan, para pelaku tidak memanfaatkan sarana jasa antar kurir barang. 

Namun, mereka akan mengantarkannya langsung kepada para calon pembeli di suatu tempat yang di suatu lokasi yang telah disepakati cash on delivery (COD).

"Mengirimnya tidak langsung pakai kurir, tapi menggunakan jasa transportasi," pungkas mantan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya itu.

Baca juga: HUT Jawa Timur ke-76, Fraksi PDIP DPRD Jatim Berharap Jadi Momentum Peningkatan Kinerja

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengungkapkan, para pelaku bakal dikenai Pasal 40 Ayat 2 Jo Pasal 21 Ayat 2 UU No 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi SDA Hayati dan Ekosistem.

"Ancaman kurungan penjara paling lama lima tahun penjara. Dan, denda paling banyak Rp100 Juta," pungkas Gatot.

Kumpulan berita Jatim terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved