Breaking News:

Berita Madura

Tekan Pengiriman Sampah ke TPA, Dinas Lingkungan Hidup Bangkalan Otimalkan TPS 3R

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangkalan terus mengoptimalkan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) dengan sistem Reduce, Reuse, dan Recycle (3R)

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Ahmad Faisol
Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangkalan, Anang Yulianto saat meninjau TPS 3R Asri Jaya Kelurahan Pangeran, Rabu (13/10/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Ahmad Faisol

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangkalan terus mengoptimalkan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) dengan sistem Reduce, Reuse, dan Recycle (3R).

Itu dilakukan untuk mengurangi pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangkalan, Anang Yulianto usai menerima kunjungan Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron di TPS 3R Asri Jaya Kelurahan Pangeran, Rabu (13/10/2021).

“Di kota, kami sudah memiliki 5 unit TPS 3R. Kami akan mengoptimalkan setiap unitnya untuk mengurangi pengiriman sampah rumah tangga dan rumah makan ke TPA,” ungkap Anang kepada Surya.

Lima unit TPS 3R itu tersebar di Kelurahan Pangeranan, Pejagan, Tunjung, Mlajah dan  Kelurahan Kemayoran. Masing-masing TPS 3R mampu menampung 5 ton sampah rumah tangga dan rumah makan.

“Produksi harian sampah rumah tangga dan rumah makan mencapai 60 ton per hari. Kami berupaya setiap TPS 3R mampu mereduksi sampah hingga 70 persen. Sehingga hanya 30 persen residu sampah yang kami kirim ke TPA,” jelas Anang.

Baca juga: HUT Jatim Ke-76, DPRD Harap Jadi Momentum Untuk Bangkit

Sekedar diketahui, teknologi  TPS 3R merupakan sistem pengolahan sampah dengan inovasi teknologi mesin pencacah sampah dan pengayak kompos yang lebih efektif dan efesien. Hasil pengolahan sampah organik berupa kompos digunakan untuk pupuk tanaman hias dan herbal yang ditanam di lahan sekitar TPS untuk dijual.

“Dengan produksi harian 60 ton sampah rumah tangga dan rumah makan, idealnya kami membutuhkan sedikitnya 10 unit TPS 3R. Namun kami sudah terbantukan dengan satu unit TPST 3R mandiri yang ada di Ponpes Nurul Kholil,” pungkas mantan Camat Arosbaya itu.

Sementara itu, Pensehat Sampah TPS 3R Kelurahan Pangeranan, Fahrillah menyatakan, pola kerja TPS 3R adalah menjemput sampah ke rumah-rumah tangga. Hingga saat ini sudah terdata sejumlah 500 KK di Perumahan Pangeranan.

“Untuk sementara kami fokus dulu ke perumahan (Pangeranan) meski ada beberapa anggota kami dari luar perumahan. Sekitar 95 persen produksi sampah rumah tangga berasal dari warga perumahan,” kata Fahri.

Ia berharap, kolaborasi antara masyarakat dan Pemkab Bangkalan terkait penanggulangan sampah bisa lebih intensif. Mengingat permasalahan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata namun juga ada peran aktif dari masyarakat.

“Regulasinya begitu, seperti dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Sampah. Pada prakteknya, semua harus terlibat dan saling menyadarkan bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (edo/ahmad faisol)

Kumpulan berita Madura terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved