Breaking News:

Berita Lumajang

Warga Lumajang Berebut Vaksinasi Covid-19, Bahkan Harus Berdesak-desakan, Namun Stok Vaksin Minim

Warga Lumajang berebut ikuti vaksinasi Covid-19, bahkan harus berdesak-desakan hingga sejumlah formulir pendaftaran robek, namun stok vaksin minim.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Tony Hermawan
Warga mengikuti vaksinasi Covid-19 di Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Lumajang, Rabu (13/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Belakangan ini warga Lumajang antusias mengikuti program vaksinasi Covid-19 (virus Corona). Seperti di Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Lumajang, Rabu (13/10/2021).

Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai kalangan, mulai remaja hingga lanjut usia secara sukarela datang ke balai desa setempat karena ingin divaksin Covid-19.

Pantauan di lokasi, untuk mendapatkan vaksin Covid-19, warga harus mengantre dan berdesak-desakan.

Bahkan, hanya untuk mendapat formulir pendaftaran vaksinasi, warga saling berebut. Akibatnya, tidak sedikit formulir pendaftaran vaksinasi yang robek.

Hal tersebut merupakan buah minimnya distribusi vaksin.

Desa Bades yang hanya mendapat jatah 350 dosis, ternyata ada 1.000 lebih warga berbondong-bondong datang.

Menurut Kepala Desa Bades, Sahid, semenjak bupati setempat menginstruksikan vaksinasi sebagai syarat adminitrasi mengambil bansos, warga cukup antusias melakukan vaksinasi.

Namun, antusiasme warga tersebut tidak diimbangi dengan keseterdiaan vaksin.

"Kegiatan vaksin di desa alhamdulillah lancar, cuma satu hal, stok vaksin tidak seimbang sama antusiasme masyarakat," kata Sahid.

Baca juga: Lihat Api Mengganas, Warga Lumajang Bangunkan Keluarganya, Berjam-jam Petugas Berjibaku Jinakkan Api

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lumajang, dr Bayu Wibowo Ignasius mengatakan, ketersediaan vaksin sangat minim. Bahkan, hari ini stok vaksin kosong.

Merespons hal itu, kini pemerintah setempat mengajukan penambahan stok vaksin ke pusat. Harapannya, ke depan distribusi vaksin lebih melimpah. Sehingga warga segera tervaksin semua.

"Cakupan vaksinasi Lumajang masih minim. Dosis pertama baru 28,5 persen, kedua 15 persen dari 800 ribu sasaran. Oleh karena itu pak bupati, saya, kapolres, termasuk dandim sama-sama mencari vaksin ke provinsi maupun pusat," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved