Breaking News:

Berita Pasuruan

Bea Cukai Pasuruan Musnahkan BMN Senilai Rp 15 Miliar, Ada Batang Rokok serta Pita Cukai Palsu

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Pasuruan memusnahkan Barang Milik Negara (BMN), Rabu (13/10/2021) sore.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Pasuruan memusnahkan Barang Milik Negara (BMN), Rabu (13/10/2021) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Pasuruan memusnahkan Barang Milik Negara (BMN), Rabu (13/10/2021) sore.

BMN yang dimusnahkan kali ini adalah BMN hasil penindakan di tahun 2020 dan 2021 yang sudah mendapatkan persetujuan dari Menteri Keuangan untuk dimusnahkan.

Bea Cukai Pasuruan memusnahkan 11 ribu batang rokok jenis SKM, 240 batang rokok jenis SKT, 853.470 keping pita cukai bekas dan 3.262 keping pita cukai palsu dengan nilai barang sebesar Rp 15 Miliar.

Dari pemusnahan ini, negara dibuat merugi sekitar Rp 10 Miliar. Masih ada sejumlah BMN lain yang belum dimusnahkan karena menunggu persetujuan dari Menteri Keuangan.

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean A Pasuruan Hannan Budiharto mengatakan, ini adalah upaya Bea Cukai dalam pemberantasan peredaran rokok ilegal di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Baca juga: Belum Kantongi Izin, Pengembang Properti GWP Dapat Teguran dari Satpol PP Pasuruan

Disampaikan dia, di Kabupaten Pasuruan, masih banyak peredaran rokok ilegal yang jika dibiarkan akan membuat negara mengalami kerugian yang cukup besar.

"Terbukti di tahun 2020 , kami melakukan penindakan sebanyak 63 kali, dan yang naik penyidikan ada empat kasus. Tahun 2021 ada 76 kali penindakan yang dilakukan," kata Hannan, sapaan akrabnya.

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Kota Blitar Sentuh Rp 20.000 per Kilogram, Pedagang: Setiap Hari Naik Rp 2000

Hannan menerangkan, peredaran rokok ilegal memang harus dihentikan agar pendapatan negara dari pita cukai rokok tidak hilang. "Kami terus berkomitmen untuk melakukan penindakan," tambahnya.

Menurut Hannan, masih banyak pengusaha rokol yang nakal dan berusaha kucing - kucingan untuk menghindari cukai resmi. "Selisih biaya rokok ilegal dan legal memang signifikan," terangnya.

Baca juga: Gadis Kota Malang yang Sempat Gagal Vaksinasi karena NIK Dipakai Orang Lain Akhirnya Disuntik Vaksin

Namun, kata Hannan, pihaknya akan terus mengibarkan bendera perang terhadap peredaran rokok ilegal. 

"Kami akan optimalkan kejasama dengan Aparat Penegak Hukum (APH) di Kabupaten Pasuruan dalam pemberantasan rokok ilegal. Itu akan kami maksimalkan," pungkas dia. 

Baca juga: Satwa Dilindungi Dijual Hidup atau Mati Seharga Rp15 Juta, 2 Pelaku Diringkus Polda Jatim

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved