Breaking News:

Berita Surabaya

Bila Pandemi Covid 19 selesai, RSLI akan Menjadi Rumah Sakit Pusat Otak, Jantung dan Kanker

Memasuki minggu kedua zero pasien, Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya mendapatkan kunjungan dari Prof dr Nizar Yamanie, Sp.S,(K),

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.com/ Febrianto Ramadani
Kunjungan Advisor Menteri Kesehatan untuk Rumah Sakit didampingi jajaran Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit, di Rumah Sakit Lapangan Indrapura Kamis (14/10/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Memasuki minggu kedua zero pasien, Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya mendapatkan kunjungan dari Prof dr Nizar Yamanie, Sp.S,(K), Advisor Menteri Kesehatan untuk Rumah Sakit, Kamis (14/10/2021).

Didampingi asisten dr Yuli Felistia Sp.N. dan jajaran Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Surabaya yakni Dr Rosidi Roslan, SKM, SH, MPH, MH, Joko Kasihono, ST, M.Kes. dan Dwi Sulaksono, ST, M.Kes, kunjungan ini terkait rencana Kementerian Kesehatan yang akan mendirikan Rumah Sakit Pusat untuk Otak, Jantung dan Kanker. 

Kunjungan tersebut disambut Penanggung Jawab Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Laksamana Pertama dr Ahmad Samsulhadi, MARS yang didampingi Drs Sriyono, MM., M.Si, dr Fauqa Arinil Aulia, Sp.PK, dr Nevy Shinta Damayanti, Sp.P., Radian Jadid, serta jajaran RSLI lainnya. 

Prof Nizar menyampaikan apresiasinya kepada seluruh nakes dan relawan RSLI yang selama ini telah menangani para pasien Covid 19 dengan baik.

Ia juga mengungkapkan rencana Kementerian kesehatan untuk mendirikan Rumah Sakit Pusat Otak, Jantung dan Kanker (RS Pusat OJK) di Lahan yang sekarang ini masih digunakan sebagai Rumah Sakit Darurat Covid 19 (RSLI). 

Baca juga: Cuaca Mendukung, Eksplorasi Kapal Van der Wijck di Lamongan Hari Ini Dilanjutkan

"Kawasan yang sebelumnya adalah Rumah Sakit Khusus Penyakit Kulit dan Kelamin dan dijadikan Museum Kesehatan di jalan Indrapura Surabaya ini merupakan asset Kemenkes. Dengan luas 54.000 m2, gedung yang dibangun pada tahun 1954 sangat layak dan representatif untuk dijadikan RS Pusat Otak, Jantung dan Kanker," ujarnya.

Kawasan tersebut akan dibangun rumah sakit yang langsung ditangani kementerian kesehatan termasuk semua pendanaannya, dengan tetap mempertahankan kearifan lokal, mempertahankan beberapa bangunan yang telah ditetapkan menjadi Cagar Budaya.

Lebih lanjut ia memaparkan, ada beberapa pertimbangan yang dijadikan penguat untuk segera direalisasikannya RS Pusat OJK. Selama ini masih banyak orang memilih berobat ke luar negeri, padahal itu berdampak terhadap biaya hingga trilyunan keluar Indonesia. Ketahanan Kesehatan Nasional perlu ditingkatkan, termasuk di Jawa Timur sebagai tempat rujukan layanan kesehatan Indonesia bagian timur. 

"Juga diperlukan guna meningkatkan budaya kerja penanganan pasien hingga berkelas internasional. Dengan mewujudkan RS Pusat-OJK  ini diharapkan layanan penangan penderita gangguan kesehatan pada otak, jantung maupun penderita kanker khususnya di Jatim dan Indonesia timur dapat dilayani dengan baik dan putaran alokasi dana kesehatan tidak lari keluar negeri," tuturnya. 

“Layanan  RS Pusat OJK  ini berkelas internasional, namun juga tetap merangkul dan melayani masyarakat luas sebagai rujukan tertinggi untuk para pasien peserta BPJS.” jelas Prof. Nizar. 

Dr. Samsulhadi berterima kasih dan terkesan dengan kunjungan ini. Sebagai Penanggung Jawab RSLI ia merasa terhormat bahwa RSLI masih terus diperhatikan dan diajak berkomunikasi oleh kementerian kesehatan, termasuk dalam rencana pendirian RS Pusat OJK. 

Dr. Samsulhadi juga menjelaskan penanganan para pasien covid-19 di RSLI melalui konsep sederhana be happy yang dengan monitoring ketat dan upaya peningkatan imunitas melalui suasana senang dan asupan makanan bergizi, para pasien dapat sembuh dan kembali ke masyarakat dengan tenang melalui peran relawan pendamping yang mengawal hingga mereka menyelesaikan isolasi tambahan di rumah. Hingga saat ini RSLI masih 0 (zero) pasien dengan jumlah total pasien Covid 19 yang sudah dilayani sebanyak 10.670 orang.  

“ Dengan sistem yang terbangun dengan baik,  RSLI ini telah terbukti memberikan pelayanan yang humanis pada para pasien. Untuk itu kami yakin para nakes dan personil RSLI ini nantinya siap untuk mengisi formasi  di RS Pusat Otak, Jantung dan Kanker apabila nantinya dioperasikan” pungkas dr. Samsulhadi.

Kumpulan berita Surabaya terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved