Berita Surabaya

Lama Menganggur, Dua Pria Sekawan di Surabaya Nekat Berbisnis Jual Sabu

Lama menganggur, dua pria sekawan di Surabaya memilih cara cepat mencari uang dengan menjual sabu. Keduanya terjerembab di lingkaran bisnis narkoba.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Akibat lama menganggur, dua pria sekawan di Surabaya memilih cara cepat mencari uang dengan menjual sabu, Kamis (14/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Firman Rachmanudin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Akibat lama menganggur, dua pria sekawan di Surabaya memilih cara cepat mencari uang dengan menjual sabu.

Merasa tak punya keahlian, keduanya terjerembab di lingkaran bisnis haram narkoba.

Akibatnya, AF (25) warga Tambak Dalam Baru Surabaya, dan NF (41) warga Gadel Jaya Praja Selatan Surabaya diringkus anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya.

Awalnya polisi menangkap AF, di rumahnya dengan barang bukti tiga poket sabu.

Tak hanya itu, polisi juga menemukan 100 butir pil koplo berlogo Y. 

Polisi kemudian menginterogasi tersangka dan mendapatkan nama MD sebagai penyuplai narkoba. 

"Pengakuan AF, ia mendapat narkoba dari MD," kata Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya, Kompol Daniel Marunduri melalui Kasi Humas, Kompol M Fakih, Kamis (14/10/2021).

Tak ingin buruannya lepas, polisi yang mendapat informasi itu langsung menyelidiki keberadaan MD.

Polisi kemudian memancing MD keluar dari tempat persembunyiannya.

Baca juga: Viral Motor Satria Teronggok di Semak-semak di Rungkut Surabaya, Tangki Kosong, Diduga Hasil Curian

"Kami minta saudara AF untuk memesan kembali narkotika guna memancing MD keluar," imbuhnya.

Mereka kemudian bertemu di pom bensin Jalan Demak dan MD pun langsung diringkus polisi.

Tersangka AF membeli narkoba ke tersangka MD seharga Rp 2 juta dan mendapatkan sabu seberat 2 gram.

"Namun uang yang diberikan masih Rp 1 juta, sisanya setelah barang habis," ungkapnya.

Pengakuan AF, usai mendapat sabu dari MD ia langsung membaginya menjadi 11 poket. 

Sebanyak enam poket sudah laku, dua poket habis digunakan sendiri, sementara tiga poket hendak dijual, namun lebih dulu diamankan polisi sebagai barang bukti. 

"Pengakuan tersangka ia sudah tiga kali membeli narkoba ke MD. Ia menjual per poket Rp 150-200 ribu," terangnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved