Breaking News:

Pedagang Kawasan SLG Gelar Aksi Demo

Memanas, Demo PKL Simpang Lima Gumul Kediri Diwarnai Aksi Bakar Gerobak dan Saling Dorong

Memanas, demo pedagang kaki lima (PKL) Simpang Lima Gumul Kediri diwarnai aksi membakar gerobak dan saling dorong dengan petugas.

Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Farid Mukarrom
Terjadi kericuhan saat demo pedagang kaki lima (PKL) kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) di depan Pendopo Kabupaten Kediri, Kamis (14/10/2021). 

Pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri tetap bersikukuh belum bisa mengabulkan permintaan dari para pedagang kaki lima.

Para pedagang kaki lima kemudian merangsek keluar dan kembali ke tempat demonstrasi, lalu membakar gerobak.

Terjadi kericuhan saat demo pedagang kaki lima (PKL) kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) di depan Pendopo Kabupaten Kediri, Kamis (14/10/2021).
Terjadi kericuhan saat demo pedagang kaki lima (PKL) kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) di depan Pendopo Kabupaten Kediri, Kamis (14/10/2021). (Tribun Jatim Network/Farid Mukarrom)

Berikut ini lima tuntutan pedagang kaki lima kawasan Simpang Lima Gumul:

1. Di masa pandemi ini kehidupan keluarga kami sangatlah semakin sulit. Karena kami tidak bisa berjualan, kami juga terpaksa menjual barang-barang kami di rumah agar bisa menyambung hidup. Bahkan utang kami semakin menumpuk. Kami hanya ingin mandiri dan berusaha sendiri dengan cara berjualan di sekitar SLG

2. Selama ini akses jalan di SLG kadang ditutup dan kami sering dilarang jualan sama petugas berseragam dari Pemkab Kediri

3. Kami seringkali merasa iri dengan adanya minimarket di dalam area SLG yang bisa leluasa berjualan dari pagi sampai malam yang beberapa dagangannya sama dengan dagangan kami. Kami tidak keberatan tapi tolong kami agar juga bisa berjuakan.

4. Setahu kami sebagian besar tanah di area SLG adalah milik pribadi yang mungkin bukan milik Pemkab Kediri. Maka kami mohon kami diizinkan berjualan di sekitarnya

5. Kepada Bapak Bupati Kediri sekali lagi kami mohon kebijaksanaannya agar kami PKL sekitar SLG bisa diperbolehkan lagi berjualan. Karena pada pinsipnya kami bersusah payah berdagang di pinggir jalan hanya ingin bisa menyambung hidup dan mensekolahkan anak-anak kami.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved