Breaking News:

Dukung UMKM Bangkit, Indosat Ooredoo, UNDP dan Kemenkop UKM Luncurkan Survei Kinerja di Masa Pandemi

Dukung UMKM untuk bangkit, Indosat Ooredoo, UNDP dan Kemenkop UKM meluncurkan survei kinerja di masa pandemi Covid-19.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Tangkapan layar acara peluncuran hasil survei dampak pandemi Covid-19 terhadap sektor UMKM di Indonesia, Oktober 2021. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebagian besar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia mengalami dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM pada tahun 2021 ini. Seperti penurunan permintaan, laba, dan nilai aset pendapatan.

Hal yang sama juga terjadi pada data di hasil survei terkait pandemi Covid-19 (virus Corona) dan praktik usaha ramah lingkungan yang diluncurkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) bersama Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia, serta Indosat Ooredoo.

Kendati begitu, survei tersebut juga mengungkapkan hasil yang menjanjikan terkait potensi usaha ramah lingkungan di Indonesia. Di mana, sekitar 95 persen UMKM menyatakan minatnya pada praktik-praktik usaha ramah lingkungan, dengan usaha milik perempuan menunjukkan minat yang lebih kuat.

Sebanyak 90 persen lainnya mengatakan mereka tertarik untuk menerapkan praktik usaha inklusif, yang merupakan komponen penting dari agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG).

Survei dilakukan secara daring dengan menyebarkan pesan singkat (SMS) berisi link survei yang dikirimkan oleh Indosat Ooredoo kepada target responden dari sektor UMKM di seluruh Indonesia.

Sekitar 3.000 UMKM berpartisipasi dalam survei yang berisi 58 pertanyaan tentang dampak pandemi Covid-19 terhadap sektor UMKM, khususnya pada bulan-bulan awal pandemi di tahun 2020 dan selama masa pemberlakuan PPKM Darurat di Indonesia pada bulan Juli dan Agustus 2021.

Pertanyaan difokuskan pada permintaan terhadap produk, keuntungan selama masa awal pandemi di bulan Maret hingga Juni tahun 2020 dan membandingkan temuan serupa selama periode PPKM Darurat yang diterapkan pada bulan Juli dan Agustus tahun 2021. 

Selain itu, pertanyaan juga berfokus pada potensi usaha ramah lingkungan dan digitalisasi di Indonesia.

Survei tersebut juga menemukan bahwa beberapa UMKM mengalami kerugian lebih dari 50 persen antara bulan-bulan awal pandemi pada 2020 dan PPKM Darurat pada pertengahan tahun 2021, khususnya di provinsi Jawa dan Bali.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved