Breaking News:

Berita Pacitan

Jadi Mitra BPJS Kesehatan Buat Dokter Keluarga Ini Terus Berkembang

Jadi mitra BPJS Kesehatan buat dokter keluarga di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur ini terus berkembang dan berkreasi.

Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Dokter Praktek Perorangan (DPP) di Pacitan, dr Bambang Irawan yang bermitra dengan BPJS Kesehatan, 2021. 

TRIBUNJATIM.COM, PACITAN - Bermitra sejak zaman PT Askes (Persero), Dokter Praktek Perorangan (DPP), dr Bambang Irawan tentu mengikuti perubahan-perubahan ketika peralihan menjadi Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.

Menurut Bambang Irawan, selaku pimpinan, tetap bermitra dalam Program JKN-KIS membuat DPP-nya terus berkembang.

“Dulu karena saya merasa dibesarkan di Askes, kemudian waktu itu ada perubahan-perubahan menuju  ke arah semuanya kalau bisa mengikuti Program JKN-KIS, sehingga kita mau tidak mau harus memang bermitra dengan BPJS. Dan saya sendiri sebagai DPP ke depannya kalau tidak mengikuti BPJS otomatis tidak akan bisa berkembang,” ujarnya, Jumat (15/10/2021).

Meskipun saat ini peserta JKN-KIS yang terdaftar di DPP-nya mencapai hampir sekitar 4.000 jiwa, namun itu tidak didapatkannya dengan mudah. Bambang mengatakan, hasilnya kini tidak terlepas dari usaha dan perjuangan yang sudah dilakukannya sejak era PT Askes (Persero).

“Saya dulu memang berjuang, dalam arti dulu saya ke warga satu per satu, bahkan saya keliling penyuluhan. Memang harus berjuang, harus terjun ke masyarakat penyuluhan tentang FKTP kita. Alhamdulilah banyak respons baik,” ujarnya.

Kini, menjadi garda terdepan sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Program JKN-KIS, DPP dr Bambang Irawan tidak hanya diam mengikuti sistem yang sudah ada.

FKTP di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, ini berkreasi mendukung inovasi dari sistem antrean online BPJS Kesehatan yang sudah berjalan.

Pada layar panggilan antrean ditambahkan nama dan alamat peserta agar peserta mudah mengetahui panggilan ketika gilirannya mendapatkan pelayanan kesehatan. Kreasi ini dilakukan untuk memudahkan peserta, utamanya bagi peserta-peserta yang berusia lanjut.

“Di tempat lain biasanya pemanggilan (antrean) pakai nomor, sedangkan kita mengupayakan supaya panggilan ini berbeda dengan yang lain, sehingga kita berusaha untuk pemanggilan (antrean) ada nama dan alamat pasien. Jadi pasien yang menunggu di ruang tunggu akan dipanggil juga nama dan alamatnya, kalau hanya nomor belum jelas. Sehingga ini akan membuat pasien merasa lebih nyaman. Kalau dipanggil nama kan lebih senang, lebih memudahkan, utamanya bagi yang usia lanjut,” jelasnya.

Dengan banyaknya kemudahan yang ditawarkan Program JKN-KIS, Bambang berharap peserta JKN-KIS semakin banyak hingga mencapai Universal Health Coverage (UHC).

Menurutnya, adanya Program JKN-KIS akan sangat membantu masyarakat. Ia juga menikmati dan senang selama ini bermitra dengan BPJS Kesehatan.

“Adanya Program JKN-KIS ini tentunya sangat membantu sekali, terutama bagi masyarakat, ini kan program gotong royong, saling membantu. Ini saya kira sangat dibutuhkan masyarakat, karena saya lihat sendiri penyakit-penyakit yang ada di masyarakat adalah penyakit kronis. Harapan saya ke depan peserta makin lama makin bertambah. Saya juga menikmati, seneng lah, selama ini dengan BPJS selalu baik,” ucapnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved