Breaking News:

Berita Trenggalek

Kasus Covid-19 Menurun, 2 Asrama Covid-19 di Trenggalek dalam Kondisi Kosong

Menurunnya kasus Covid-19 di Kabupaten Trenggalek dalam beberapa pekan terakhir berdampak pada longgarnya tempat isolasi berupa asrama covid (Ascov) m

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/aflahul abidin
Ascov Kabupaten Trenggalek yang memanfaatkan gedung milik Dinkes PPKB. Dari tiga ascov yang ada, tinggal bagunan ini yang masih dihuni oleh pasien Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK – Menurunnya kasus Covid-19 di Kabupaten Trenggalek dalam beberapa pekan terakhir berdampak pada longgarnya tempat isolasi berupa Asrama Covid (Ascov) milik pemkab.

Pemkab Trenggalek memiliki tiga Ascov untuk menampung para pasien bergejala ringan-sedang. Dua ascov berada di pusat kota, yakni gedung milik Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan gedung milik Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB).

Sementara satu ascov lainnya berada di Kecamatan Watulimo. Ascov ini memanfaatkan rumah susun sewa (Rusunawa) yang tidak terpakai. Jika ditotal, kapasitas seluruh ascov di Kabupaten Trenggalek sekitar 100 tempat tidur.

Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Trenggalek Saeroni menjelaskan, dua dari tiga ascov telah kosong. Yakni ascov di gedung BKD dan rusunawa.

Baca juga: Bocah di Madiun Disebut Dihamili Makhluk Halus, Hasil Tes DNA Ungkap Fakta Sebenarnya

“Kemudian ascov di gedung dinas kesehatan kemarin juga tinggal 5 pasien. Jadi sudah sangat turun sekali keterisiannya,” kata Saeroni, Jumat (15/10/2021).

Meski telah kosong, Pemkab Trenggalek masih menyiagakan tepat isolasi tersebut untuk berjaga-jaga apabila terjadi lonjakan kasus Covid-19 secara tiba-tiba seperti pertengahan tahun ini.

Baca juga: Berawal dari Kecelakaan, Penjual Nasi Goreng di Kota Malang Masak Pakai Bantuan Robot, Ramai Pembeli

“Tetap kami siapkan. Kami masih menunggu apakah ini nanti masih ada puncak kasus terkonfirmasi yang meningkat atau tidak,” sambung dia.

Dengan demikian, fungsi dari gedung tersebut belum akan dikembalikan ke instansi terkait. Pengembalian fungsi gedung bakal dilakukan apabila pandemi benar-benar terkontrol.

“Jadi kami tidak akan tutup. Akan terus kami manfaatkan, meski harapan kami nantinya gedung ini tidak akan terpakai [untuk pasien Covid-19],” sambung dia.

Baca juga: Pengemudi Ngantuk Berat, Mobil di Ponorogo Terbalik Tabrak Median Jalan Lalu Hantam Pengendara Motor

Saeroni mengatakan, kosongnya ascov merupakan dampak dari menurunnya kasus Covid-19. Dalam beberapa pekan terakhir, kata dia, kasus baru Covid-19 di Trenggalek tergolong minim dibanding awal atau pertengahan tahun ini.

Berdasarkan data yang diunggah Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Trenggalek per Jumat (15/10/2021), jumlah kasus aktif Covid-19 sebanyak 42 orang.

Sebanyak 37 pasien dirawat di fasilitas kesehatan. Kabupaten Trenggalek menyediakan lima Rumah Sakit Dalurat Covid (RSDC), satu RS Rujukan Covid-19, dan satu RS tempat perawatan intensif bagi para pasien.

Sementara lima pasien lain masih dirawat di ascov di gedung milik dinkes. Pemkab Trenggalek juga telah melarang pasien Covid-19 untuk menjalani isolasi mandiri (isoman) sejak pertengahan tahun lalu.

Hal tersebut untuk meminimalisir risiko penularan klaster keluarga. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved