Breaking News:

Berita Kediri

Kawasan Pecinan Pakelan Menjadi Destinasi Wisata Kota Tua di Kota Kediri

Kelurahan Pakelan Kota Kediri memiliki destinasi kawasan Pecinan di masa lampau. Banyak bangunan kuno khas Pecinan termasuk Kelenteng Tjoe Hwie Kiong

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Didik Mashudi
Kawasan Pecinan yang ada di Kelurahan Pakelan dapat menjadi destinasi wisata Kota Tua di Kota Kediri. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI
Kelurahan Pakelan Kota Kediri memiliki destinasi kawasan Pecinan di masa lampau. Banyak bangunan kuno khas Pecinan termasuk Kelenteng Tjoe Hwie Kiong.

Destinasi ini yang mendorong Kelurahan Pakelan untuk membangun dan menata lingkungannya menjadi sebuah wisata berciri khas memanfaatkan nilai sejarah dengan tujuan untuk memberdayakan masyarakat.

Lurah Pakelan Subadi Waluyo menyampaikan, terdapat banyak sekali bangunan bersejarah yang ada di Kelurahan Pakelan. Bahkan gedung Kantor Kelurahan Pakelan telah terdaftar sebagai salah satu cagar budaya yang ada di Kota Kediri.

“Selain gedung kantor kelurahan, bangunan milik pribadi warga juga banyak yang menjadi bangunan cagar budaya. Bahkan ada beberapa bangunan yang berada tidak di pinggir jalan sudah tertutupi bangunan baru,” ungkap Subadi, Sabtu (16/10/2021).

Baca juga: Pameran Seni Rupa ke-6 Komunitas Gasrug di Gresik Usung Tema E-soon

Beberapa bentuk bangunan khas Tionghoa di Kelurahan Pakelan  sudah mengalami pemugaran dan proses renovasi. 

Sehingga keaslian arsitektur bangunan sudah banyak yang diubah. Sehingga langkah yang diambil oleh Kelurahan Pakelan untuk memanfaatkan Prodamas adalah dengan mengoptimalkan pembangunan. 

Sehingga dalam pembangunan kedepannya dapat selaras dengan lingkungan tanpa harus mengubah bentuk bangunan yang ada.

“Kami ingin pembangunan ini memiliki keselarasan dengan bangunan-bangunan tua yang ada di sini. Karena kami ingin mempertahankan arsitektur lama dari bangunan bersejarah supaya menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung di Kota Kediri,” ungkapnya.

Sementara Hadi Waluyo, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Pakelan  sangat antusias dalam pemanfaatan dana Prodamas karena  menilai pembangunan yang tidak dipikirkan secara matang malah akan menimbulkan efek yang kurang bagus karena tidak harmoni dengan lingkungan di sekitarnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved