Berita Kota Pasuruan

Haul KH Abdul Hamid yang ke-40 di Kota Pasuruan Berjalan Lancar dengan Protokol Kesehatan Ketat

Pelaksanaan Haul KH Abdul Hamid yang ke-40 di Kota Pasuruan berjalan lancar dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 ketat.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Galih Lintartika
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Haul KH Abdul Hamid yang ke-40 di Kota Pasuruan, Sabtu (16/10/2021). Kedatangan Khofifah disambut Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Haul KH Abdul Hamid yang ke-40 di Kota Pasuruan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 (virus Corona) dengan ketat, Sabtu (16/10/2021).

Hanya jemaah yang memiliki undangan yang bisa masuk ke lokasi Haul KH Abdul Hamid di kompleks Pondok Pesantren Salafiyah, Kota Pasuruan.

Panitia hanya menerapkan satu pintu, yakni satu gang melalui Jalan Niaga.

Di ujung gang masuk pesantren, petugas langsung menanyakan undangan, kemudian cek suhu dan pemberian hand sanitizer.

Sepanjang lorong gang steril, sehingga hanya digunakan para tamu untuk menuju lokasi haul.

Tepat sebelum masuk pesantren, panitia melakukan pengecekan ulang, cek suhu, dan pemberian hand sanitizer.

Jemaah yang tak mengenakan masker langsung diberi masker sebelum masuk lokasi haul. Di halaman Pondok Pesantren Salafiyah yang merupakan lokasi inti haul, kursi diatur berjarak.

“Hari ini saya gemetar melihat banyaknya jemaah. Permohonan maaf saya kalau kurang maksimal dalam membantu pelaksanaan haul kali ini,” kata Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat memberikan sambutan haul.

Selain membatasi tamu undangan, di luar lokasi haul, panitia beserta pemerintah kota dan aparat keamanan juga berusaha memecah konsentrasi massa.

Caranya, seluruh kendaraan jemaah sudah diberhentikan di titik-titik yang telah ditentukan, misalnya di Terminal Blandongan, terminal wisata, serta di beberapa titik lainnya.

Di lokasi pemberhentian disediakan videotron, sehingga jemaah tidak perlu mendekati lokasi haul. Cukup melihat tayangan dari videotron.

Baca juga: Kisah Guru Honorer di Pasuruan, Belasan Tahun Mengajar, Tak Lolos PPPK

“Kami juga memasang sound system dan pengeras suara di 19 titik. Pertigaan, perempatan di 34 kecamatan dan 4 kecamatan dengan jumlah 57 titik juga dipasangi pengeras suara,” kata Gus Ipul.

Masjid-masjid besar di Kota Pasuruan menggelar video streaming sehingga jemaah juga bisa mengikuti dari masjid-masjid terdekat.

“Ada 8 videotron yang kami pasang menyebar di titik-titik yang telah ditentukan,” kata Gus Ipul.

Untuk menjaga protokol kesehatan, Pemkot Pasuruan menyediakan 20.000 masker serta memasang 35 tempat cuci tangan.

Sementara itu, haul kali ini relatif tertib dan teratur.

Usai haul, tidak sampai terjadi penumpukan kendaraan karena proses penyekatan yang dilakukan petugas sangat efektif.

Banyak tokoh yang hadir dalam acara haul kali ini, di antaranya Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Dardak, KH Baharudin Nursalim (Gus Baha), Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar, KH Agoes Ali Masyhuri, serta para ulama dan kiai lainnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved