Breaking News:

Berita Gresik

Dinilai Gagal Kelola Air, Massa Gerak Tuntut Jajaran Direksi Perumda Giri Tirta Dicopot 

Unjuk rasa dari Gerak (Gerakan Air Untuk Rakyat)  ke DPRD Kabupaten Gresik, Pemkab Gresik dan Kantor Pusat Perumda Giri Tirta, Senin (18/10/2021)

Penulis: Sugiyono | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sugiyono
AIR - Massa dari Gerak unjuk rasa di Kantor DPRD Kabupaten Gresik, Kantor Pemkab Gresik dan Kantor Pusat Perumda Giri Tirta, Senin (18/10/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Unjuk rasa dari Gerak (Gerakan Air Untuk Rakyat)  ke DPRD Kabupaten Gresik, Pemkab Gresik dan Kantor Pusat Perumda Giri Tirta, Senin (18/10/2021).

Massa menuntut ganti jajaran Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta, sebab dinilai gagal mengelola air bersih untuk rakyat

Massa berangkat dari Alun-alun Gresik menuju Kantor DPRD Kabupaten Gresik Jalan KH Wahid Hasyim. Selanjutnya ke Kantor Utama Perumda Giri Tirta dan berakhir di Kantor Pemkab Gresik

Dalam unjuk rasa, puluhan massa membentangkan spanduk bertuliskan 'Gerak' Gerakan air bersih untuk rakyat, BUMD Gerogoti Uang APBD (Anggaran Pendapatan Benja Daerah). 

Selain itu, massa juga menyampaikan tuntutannya kepada wakil rakyat di DPRD Kabupaten Gresik. Beberapa tuntutannya yaitu, batalkan Perda penyertaan Modal untuk Perumda Giri Tirta, sebab melukai hati rakyat; Usut tuntas indikasi penyalahgunaan penyertaan modal Rp 25 Miliar dari APBD Tahun 2019. 

Tuntutan lainnya yaitu, lakukan audit independen di Perumda Giri Tirta, Turunkan tarif dasar air dan subsidi untuk rakyat, Usut tuntas indikasi Korupsi di Perumda Giri Tirta yang diselidiki oleh KPK, prioritaskan layanan air bersih untuk rakyat, bukan untuk industri dan kalangan tertentu. 

"Atas banyaknya keluhan masyarakat, kita mendesak seluruh jajaran direksi di Perumda Giri Tirta diganti, sebab gagal melayani kebutuhan air bersih untuk rakyat," kata Syaifudin, salah satu orator dari aliansi Gerak. 

Massa juga mempermasalahkan tagihan pembayaran PDAM yang berat bagi pelanggan. Tapi, tidak diimbangi dengan layanan air bersih yang lancar. "Tagihan membengkak, tapi airnya tidak ada. Ini sangat membebani rakyat," imbuhnya. 

Baca juga: Satpol PP Segel Proyek Bangunan Ruko Ilegal di Kota Mojokerto

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Moch. Abdul Qodir mengatakan, DPRD siap mengawal penyertaan modal ke Perumda Giri Tirta sebesar Rp 113 Miliar. "Kita akan kawal anggaran ini, agar tepat sasaran. Sebab, dari penyertaan modal ini digunakan untuk mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat APBN dan bantuan dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," kata Qodir, yang juga Ketua DPC PKB Kabupaten Gresik

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved