Berita Jatim

Berpotensi Percepat Akselerasi Ekonomi, Klinik KI Kemenkumham Jatim Akan Diadopsi secara Nasional

Berpotensi untuk mempercepat akselerasi ekonomi, Klinik KI (Kekayaan Intelektual) Kemenkumham Jatim akan diadopsi secara nasional.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim, Krismono bersama Wakil Gubernur Jatim, Emil Elistianto Dardak dalam sebuah pertemuan, 2021. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham RI sedang melakukan Konsinyering Kajian Pembentukan Klinik Kekayaan Intelektual di seluruh Indonesia.

Artinya, salah satu inovasi kinerja yang digagas Kanwil Kemenkumham Jatim, Klinik Kekayaan Intelektual (KI) akan diterapkan secara nasional.

Inovasi yang berkolaborasi dengan Pemprov Jawa Timur itu memang semakin memudahkan akses masyarakat terhadap layanan KI.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim, Krismono mengatakan, di Klinik KI, akan tersedia layanan konsultasi terkait KI di lima bakorwil. Yaitu Malang, Madiun, Bojonegoro, Pamekasan, dan Jember.

Perlu diketahui, kelima KI itu, diluncurkan belum genap sebulan lalu, Senin (27/9/2021).

"Tim kami sedang melakukan presentasi di Konsinyering Kajian Pembentukan Klinik Kekayaan Intelektual yang digelar DJKI," jelasnya dalam keterangan pers, Senin (18/10/2021).

Menurut pria kelahiran Yogyakarta itu, DJKI tertarik untuk mereplikasi program tersebut di tataran nasional. Sehingga, nantinya akan diterapkan di seluruh wilayah Indonesia.

"Kami sangat mendukung jika program ini diadopsi pusat untuk diterapkan di seluruh Indonesia," tuturnya.

Oleh karena itu, Krismono juga berterima kasih kepada Pemprov Jawa Timur karena turut memberikan dukungan berbagai macam fasilitas dan sumber daya manusia (SDM).

Di antaranya, penyediaan sarana dan prasarana di loket Klinik KI pada tiap bakorwil, tepatnya di East Java Super Corridor (EJSC). 

"Nanti kami yang bertanggung jawab memberikan pelatihan kepada SDM yang ditunjuk agar dapat menguasai dari aspek hukum dan tata cara pendaftaran produk KI," ungkapnya.

Melalui trobosan tersebut, Krismono mengatakan, pihaknya akan mengoptimalkan pelayanan KI di Jawa Timur.

Mengingat, Jawa Timur punya potensi besar dalam pertumbuhan produk KI, karena memiliki 40 orang juta jiwa dan jumlah usaha mikro kecil menengah (UMKM) mencapai 9,7 juta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved