Breaking News:

Berita Surabaya

Bocah SD Surabaya Nyaris Diculik, Ibu Ungkap Cerita, Mengira Perkelahian, CCTV Jelaskan Semuanya

Nur Paini (54) mengaku tak menyangka, anaknya berinisial IM (12) bocah kelas 6 SD di Kota Surabaya nyaris diculik oleh tiga orang bandit, saat hendak

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Luhur Pambudi
Nur Paini (54) ibunda IM (12) bocah kelas 6 SD di Kota Surabaya nyaris diculik oleh tiga orang bandit, saat hendak masuk ke sekolah, Selasa (19/10/2021) pagi, saat ditemui di kediamannya Jalan Jemur Wonosari, Wonocolo, Surabaya 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA-Nur Paini (54) mengaku tak menyangka, anaknya berinisial IM (12) bocah kelas 6 SD di Kota Surabaya nyaris diculik oleh tiga orang bandit, saat hendak masuk ke sekolah, Selasa (19/10/2021) pagi.

Pertama kali, saat anaknya itu tiba di rumah dalam keadaan menangis, dengan keadaan baju seragam berwarna putih yang dikenakannya penuh bercak darah, Nur mengira anaknya itu baru saja terlibat perkelahian dengan temannya.

Apalagi, melihat cairan darah yang menodai baju seragam sekolah IM itu, mengucur dari bagian mulutnya. 

Nur mengaku masih meyakini jika anaknya yang ke-4 itu, baru saja menerima bogem mentah akibat perkelahian.

Namun, saat sang anak begitu merasa ketakutan hingga membuat tubuhnya tegang dan nyaris pingsan. Nur akhirnya mulai percaya, jika sang anak, tidaklah berbohong.

"Dia cerita 'aku diculik, aku diculik'. Kata ayahnya, kalau dia (IM berantem) otomatis kacamatanya rusak. Iya dia pakai kacamata, tapi enggak rusak," katanya saat ditemui awak media di kediamannya di kawasan Jemur Wonosari, Wonocolo, Surabaya.

Baca juga: Bocah SD di Jemursari Diduga Jadi Korban Penculikan, Bisa Kabur Saat Pelaku Lengah

Bersamaan dengan itu, ungkap Nur, datanglah beberapa orang guru sekolah ke rumahnya untuk menanyakan perihal keadaan IM yang tidak masuk sekolah hari ini. Terungkaplah semua pengalaman pahit yang baru saja dialami oleh anaknya.

Apalagi, saat pihak sekolah berhasil mendapatkan beberapa video CCTV yang merekam momen aksi penculikan yang dialami IM, Paini pun akhirnya percaya, sekaligus bersyukur, jika sang anak masih bisa selamat dari insiden tersebut.

"Jadi (video CCTV) tadi tepat kok posisinya tepat. Jadi saya meyakinkan. Tadi saya sempat enggak yakin," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved