Breaking News:

Berita Sidoarjo

BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Serahkan Santunan Kematian Rp 42 Juta ke Ahli Waris Montir Bubut

BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo memberikan santunan kematian kepada ahli waris almarhum Agus Pamuji warga Kabupaten Sidoarjo pekerja montir bubut.

Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim.com/istimewa
BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo ketika memberikan santunan kematian kepada ahli waris Almarhum Agus Pamuji di Desa Grabagan, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (19/10/2021). 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO – BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo memberikan santunan kematian kepada ahli waris Almarhum Agus Pamuji di Desa Grabagan, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (19/10/2021).

Penyerahan santunan diberikan langsung oleh Soeleman Ketua RT Desa Grabagan dan Asnar Ahsyansyah Kabid Kepesertaan Korporasi dan Institusi BPJAMSOSTEK Sidoarjo sebagai wujud kepedulian pemerintah kepada ahli waris atau keluarga yang ditinggalkan.

Penerima santunan adalah Endang Susilowati selaku istri dan sebagai ahli waris dari almarhum Agus Pamuji.

Agus Pamuji yang sehari-hari bekerja sebagai montir bubut colter tersebut terdaftar sebagai peserta mandiri sejak Februari 2018. Dia mengikuti 3 (tiga) program BPJS Ketenagakerjaan yaitu Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Hari Tua (JHT).

Karenanya, ahli waris berhak mendapatkan santunan dari manfaat program jaminan kematian sebesar Rp 42 juta dan iuran jaminan hari tua sebesar Rp 462.590.

Baca juga: Cara Terbaru Cek Status Penerima BSU, 5 Langkah Cek di Laman Kemnaker atau BPJS Ketenagakerjaan

Kepala BPJAMSOSTEK Sidoarjo Novias Dewo Santoso mengatakan, untuk menjadi peserta program BPJS Ketenagakerjaan harus mentaati aturan dan asas yang belaku serta pendaftaran pekerja harus sesuai dengan segmenentasinya.

“Kami BPJAMSOSTEK adalah institusi negara, untuk kepesertaan awal dan pendaftaran harus sesuai segmen dan syarat-syaratnya pun harus sesuai karena jika tidak dan dikemudian hari terjadi permasalahan, dapat ditindak sesuai aturan yang ada,” ujarnya, dalam siaran tertulis ke TribunJatim.com.

Menurut Novias Dewo Santoso, untuk jumlah besaran santunan jaminan kematian yang diterima ahli waris sudah ditentukan undang-undang, yakni sebesar Rp 42 juta tanpa potongan.

“Ini adalah salah satu manfaat menjadi peserta jaminan sosial BPJAMSOSTEK, keluarga yang ditinggalkan mendapatkan santunan Rp 42 juta untuk jaminan kematian tanpa potongan sekalipun. Karena ini memang wujud negara hadir kepada pekerja dan masyarakat Indonesia,” tegasnya.

Dewo juga menghimbau kepada ahli waris untuk mengurus klaim tanpa melalui perantara atau calo yang menawarkan.

"Silahkan langsung saja diurus ke kantor cabang terdekat, maksimal tiga hari kerja sudah masuk ke rekening ahli waris yang di daftarkan," pungkasnya. (*)

Baca juga: Jadi Daerah Pertama Lindungi RT dan RW, BPJamsostek Serahkan Santunan Kematian Rp 42 Juta di Jember

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved