Breaking News:

Berita Kediri

Cerita Nur Khamid, Relawan Antar Jemput Pasien Covid Kediri Raya, Ratusan Pasien Telah Dijemput

Saat puncak Pandemi Covid 19 di Kota Kediri yang berlangsung bulan Juni, Juli hingga Agustus 2021, Kota Kediri sempat kekurangan mobil ambulans

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Didik Mashudi
Nur Khamid, aparatur sipil negara yang menjadi relawan antar jemput pasien Covid 19 di Kediri Raya 

Namun yang paling sering kendaraan dibutuhkan masyarakat saat diperlukan untuk evakuasi malam hari. Karena biasanya masyarakat kesulitan menghubungi mobil ambulans rumah sakit. 

Sehingga masyarakat menghubungi Mobil Emergency Tim Rescue. Mobil yang digunakan Toyota Kijang eks kendaraan dinas PMI hasil lelang. Meski bahan bakar lumayan boros, namun mobil dapat dipacu kencang.

Nur Khamid mengaku pengalamannya selama ini sewaktu mengevakuasi pasien Covid masyarakat terlihat masih kurang peduli. Karena masyarakat ada yang takut dan trauma dengan Covid sehingga berlaku masa bodoh.
Terhadap fenomena tersebut Nur Khamid mengaku sering memberikan edukasi kepada masyarakat terkait dengan protokol kesehatan penanganan pasien Covid.
Selama ini para relawan menjaga protokol kesehatan dengan pakai masker, cuci tangan dan memakai baju rescue.

 "Kami sering kali mengedukasi masyarakat kalau penularan Covid melalui mulut, hidung dan mata, sehingga tangan kita harus steril untuk mencegah tertularnya penyakit," jelasnya.
Selama menangani pasien Covid, Nur Khamid mengaku sangat terkesan sewaktu menangani pasien Covid warga Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.
Karena mobil Emergency Tim Rescue yang mengantarkan pasien sewaktu sakit ke rumah sakit sampai menjemput setelah meninggal di rumah sakit untuk dibawa ke pemakaman.

"Kami yang antar jemput pasien seharian penuh. Sampai mobil kami tinggal di Desa Bulupasar karena menunggu pemulasaraan jenasah di rumah sakit," ungkapnya.
Sehingga mobil Emergency Tim Rescue Kediri Raya merupakan mobil serba guna karena selain membawa pasien ke rumah sakit juga membawa pasien yang sudah meninggal.

Mobil dimanfaatkan pertama kali untuk mengangkut jenasah saat membawa jenasah tokoh agama yang meninggal ke pemakaman. Karena pihak keluarga mengaku kesulitan mendapatkan mobil ambulans sehingga mobil rescue yang digunakan.

Meski begitu Nur Khamid mengaku telah mempersiapkan hand sanitizer serta desinfektan di dalam mobilnya. Sehingga setelah membawa pasien atau jenasah langsung disemprot dengan cairan desinfektan. 
Saat puncak Pandemi Covid, brankar mobil sering dipakai pasien Covid yang tidak mendapatkan tempat tidur perawatan di rumah sakit. Brankar dipakai sampai pasien mendapatkan tempat tidur perawatan.

Saat pasien Covid mereda, mobil Emergency Tim Rescue banyak membantu masyarakat mengevakuasi korban kecelakaan pada malam dan dini hari. 

Diakui Nur Khamid, karena kendaraan yang digunakan bukan mobil ambulans sehingga di dalam mobil tidak ada perlengkapan medis layaknya sebagai mobil ambulans.
Sementara untuk biaya operasional diakui Nur Khamid, memanfaatkan dari dana pribadi dan sejumlah bantuan pihak yang bersimpati. Namun kendaraan saat ini masih plat merah belum dilakuianbbalik nama plat hitam.(didik mashudi)

Kumpulan berita Kediri terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved