Breaking News:

Berita Gresik

Kapolres Gresik Ingatkan Bahaya Bujuk Rayu Pinjol Ilegal: Sangat Merugikan Masyarakat

Kapolres Gresik, AKBP Mochamad Nur Azis, mengingatkan bahaya bujuk rayu pinjol ilegal: Sangat merugikan masyarakat.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Willy Abraham
Kapolres Gresik, AKBP Mochamad Nur Azis, Selasa (19/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Kapolres Gresik, AKBP Mochamad Nur Azis mengingatkan terkait financial technology peer to peer lending (fintech P2P lending) atau biasa dikenal dengan pinjaman online (pinjol) ilegal yang telah merugikan masyarakat.

"Kejahatan pinjol ilegal sangat merugikan masyarakat, sehingga diperlukan langkah penanganan khusus dan upaya pemberantasan dengan strategi preemtif, preventif maupun represif," ucapnya, Selasa (19/10/2021).

Pelaku kejahatan pinjol ilegal kerap memberikan promosi atau tawaran yang membuat masyarakat tergiur untuk menggunakan jasa layanan tersebut. Sehingga, hal itu menjadi salah satu penyebab banyaknya korban dari pinjol ilegal.

Di tengah situasi pandemi Covid-19 (virus Corona), penyelenggara pinjol ilegal juga memanfaatkan masyarakat yang perekonomiannya terdampak. Sehingga, banyak warga yang tergiur untuk menggunakan jasa pinjol ilegal.

Data diri korban akan dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan apabila telat membayar ataupun tidak bisa melunasi pinjamannya. Bahkan ada beberapa kasus bunuh diri lantaran tidak mampu membayar bunga yang besar dari pinjol ilegal tersebut.

"Banyak juga ditemukan penagihan yang disertai ancaman. Bahkan dalam beberapa kasus ditemukan para korban sampai bunuh diri akibat bunga yang semakin menumpuk dan tidak membayar," ucap lulusan Akpol 2002.

Baca juga: Penanganan Warga Binaan yang Hamil di Rutan Kelas IIB Gresik, Cek Kandungan hingga Senam Bumil

Oleh karena itu, dari segi preemtif, Mochamad Nur Azis menekankan kepada seluruh jajarannya untuk aktif melakukan edukasi dan sosialisasi serta literasi digital kepada masyarakat akan bahayanya memanfaatkan layanan pinjol ilegal.

Selanjutnya di sisi preventif, Mochamad Nur Azis meminta kepada jajarannya melakukan patroli siber di media sosial dan berkoordinasi dengan lembaga terkait.

"Represif, kita akan lakukan penegakan hukum dengan berkoordinasi dengan stakeholder terkait," paparnya.

Terkait hal ini, masyarakat diimbau segera melaporkan ke pelayanan kepolisian terdekat apabila mengetahui adanya kegiatan pinjol ilegal.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved