Breaking News:

Berita Kota Malang

Terjadi 15 Peristiwa Bencana Alam di Kota Malang Sepanjang Bulan September 2021

Terjadi 15 peristiwa bencana alam di Kota Malang sepanjang bulan September 2021. Sebabkan kerugian materi hingga puluhan juta rupiah.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Kukuh Kurniawan
Warga bergotong royong membersihkan material atap Balai RW 04 Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang yang ambruk, Minggu (12/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sepanjang bulan September 2021, tercatat terjadi 15 peristiwa bencana alam di Kota Malang, Jawa Timur.

Kejadian bencana alam itu menyebabkan kerugian materi hingga puluhan juta rupiah.

Penelaah Bahan Kajian Bencana Alam Seksi Logistik Penanggulangan Bencana Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang, Cornellia Selvyana Ayoe mengatakan, pada tahun 2021 ini ada peningkatan kebencanaan. Khususnya, pada kurun waktu yang sama di bulan September 2020.

"Untuk September 2020, tercatat ada setidaknya tujuh bencana alam. Sedangkan di tahun 2021, tercatat ada 15 kejadian bencana alam," ujarnya kepada TribunJatim.com, Selasa (19/10/2021).

Dirinya menjelaskan, untuk bulan September 2021 ini, kejadian bencana alam didominasi oleh bencana alam lainnya. Termasuk, bencana pohon tumbang.

"Untuk bencana lainnya, tercatat ada enam kali kejadian. Selain itu tercatat ada tiga kejadian tanah longsor, meningkat dibandingkan September tahun lalu yang tercatat nol kejadian," jelasnya.

Atas kejadian tersebut, menimbulkan dampak kerugian materi hingga Rp 87 juta. Kejadian bencana alam ini, juga berada di luar kejadian bencana lainnya.

"Ada empat bangunan terdampak bencana alam di bulan September 2021, serta ada 11 korban terdampak. Dua korban di antaranya mengalami luka-luka," terangnya.

Baca juga: September 2021, Kejari Kota Malang Serahkan Denda Tilang Sebesar Rp 33,06 Juta

Dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada. Apalagi saat ini menjelang musim hujan, banyak hal yang perlu diperhatikan.

"Kondisi tempat tinggal, waktu mobilitas dan hal-hal lain yang dapat menekan angka risiko terdampak bencana harus kembali diperhatikan. Jangan sampai lalai dan menjadi korban kejadian bencana," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved