Breaking News:

Berita Surabaya

Tidak Kapok, Kakek Pembuat Buku Nikah dan Ijazah Palsu di Surabaya Kembali Ditangkap Polisi

Tak kapok pernah menjalani hukuman atas kasus serupa, seorang kakek asal Rungkut Kidul Surabaya kini kembali dicokok polisi karena menjual jasa pembua

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/FIRMAN RACHMANUDIN
Tersangka dan barang bukti kejahatan berupa ijazah dan buku nikah palsu. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Firman Rachmanudin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tak kapok pernah menjalani hukuman atas kasus serupa, seorang kakek asal Rungkut Kidul Surabaya kini kembali dicokok polisi karena menjual jasa pembuatan buku nikah dan ijazah palsu.

Kakek bernama Umar Hadi (66) itu ditangkap di Jalan Siwalankerto setelah polisi mencurigainya.

Ia ditangkap pada Kamis (30/9/2021) malam, saat terjaring razia kepolisian.

"Saat kami lakukan penggeledahan, ternyata ada buku nikah yang bukan atas nama tersangka. Begitu kami tanya, ternyata tersangka hendak mengantarkan sendiri buku nikah tersebut ke pemesannya," ujar Kanit Reskrim Polsek Wonocolo, Iptu Ristitanto, Selasa (19/10/2021).

Setelah diinterogasi, tersangka mengakui jika membuat sendiri buku nikah palsu itu.

Baca juga: Bocah Kelas 6 SD di Surabaya Nyaris Diculik 3 Bandit, Berhasil Kabur dari Mobil Saat Pelaku Lengah

"Karena kami curiga dari bahannya maka kami tanyakan ke tersangka. Ternyata benar ia membuat buku nikah itu sendiri," imbuhnya.

Kepada polisi, Umar juga mengaku pernah ditangkap atas kasus serupa pada tahun 2008.

Selain buku nikah, ia juga terampil membuat ijazah palsu sesuai permintaan konsumennya.

Baca juga: Istri Siri Laporkan Oknum Pejabat Pemkab Madiun, Merasa Ditelantarkan dan Minta Dinikahi Secara Sah

"Tersangka belajar otodidak. Dulu pernah bekerja di percetakan. Untuk pola desainnya tersangka sudah punya sejak tahun 2008 lalu. Sebagian diambil dari google," terang Risti.

Tarif yang diberikan,untuk sepasang buku nikah itu, Umar mematok harga 1,5 juta rupiah, sedangkan untuk ijazah strata 1 dijual seharga 2,5 juta rupiah.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen autentik.

Baca juga: Demi Dapatkan Solar, Para Petani di Madiun Harus Rela Antre 2 Jam

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved