Breaking News:

Berita Kota Kediri

Antisipasi Maraknya Pinjaman Online, Kota Kediri Bentuk Koperasi RW Berkolaborasi dengan Dekopinda

Antisipasi maraknya pinjaman online (pinjol), Kota Kediri bentuk Koperasi RW berkolaborasi dengan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda).

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Didik Mashudi
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar menyerahkan bantuan untuk pelaku seni dan UMKM di Kantor Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Kediri, Selasa (19/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Untuk mengantisipasi banyaknya orang yang terjerat pinjaman online (pinjol) dan rentenir bank harian, Pemkot Kediri membentuk koperasi di setiap RW.

Untuk mewujudkan Koperasi RW, Pemkot Kediri berkolaborasi dengan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) menghadirkan koperasi di setiap RW yang mudah diakses masyarakat.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan Koperasi RW, Koperasi Wanita, Koperasi Syariah serta Koperasi Umum di Kantor Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Kediri, Selasa (19/10/2021).

Diungkapkan Abdullah Abu Bakar, semakin banyak koperasi akan mengurangi jumlah rentenir. Sebaliknya, apabila koperasi jumlahnya sedikit, maka rentenir akan menjamur di mana-mana.

Sehingga Abdullah Abu Bakar mendorong Dekopinda untuk meningkatkan perannya pada koperasi dan adaptif terhadap perubahan zaman.

“Dekopinda harus terus bekerja untuk membesarkan koperasinya. Mengajak UMKM untuk masuk ke dalam koperasi dan membuat terobosan baru supaya anak-anak muda mau mengenal koperasi,” jelasnya.

Sementara itu, Dekopinda menjaga eksistensi anggotanya di masa pandemi Covid-19 (virus Corona) dengan pemberian bantuan bagi anggota koperasi, pelaku UMKM serta pelaku seni yang terdampak Covid-19. 

Total ada Rp 106.675.000 yang dibagikan ke 340 pelaku UMKM dengan rincian sebanyak 141 UMKM merupakan anggota koperasi, dan 187 UMKM bukan anggota koperasi.

Baca juga: Bupati Kediri Resmikan TPA Baru di Sekoto Badas, Bantu Atasi Permasalahan Sampah

“Covid-19 memang di luar dugaan kita dan harus kita hadapi bersama. Saya mengingatkan kita masih pandemi, belum pascapandemi. Kita harus pintar-pintar menyesuaikan diri mencari cara bagaimana kita hidup kreatif,” ungkapnya.

Kota Kediri adalah kota dagang dengan potensi ekonomi yang sangat luar biasa. Hal ini harus dipahami dan dikembangkan bersama-sama.

Sementara Muriati (68) warga Kelurahan Mojoroto, salah satu penerima bantuan mengungkapkan, Covid-19 berimbas pada penghasilannya sebagai pedagang.

Muriati yang berjualan jagung bakar di kawasan Taman Sekartaji mengatakan, omzet jualannya menurun hingga 70 persen sejak pandemi Covid-19.

Jika biasanya bisa mengantongi Rp 150.000 sehari, kini hanya mendapat Rp 25.000 hingga Rp 50.000 dikarenakan sepinya pengunjung.

“Semoga Covid-19 segera hilang dan jualan saya bisa lancar,” terangnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved