Breaking News:

Berita Bisnis

Dorong Peningkatan Efek Berganda Industri Hulu, SKK Migas Tetap Beroperasi Selama Pandemi

Besarnya efek berganda industri migas pada industri lain membuat SKK Migas terapkan kebijakan tetap menjalankan operasi hulu migas ketika pandemi.

Editor: Sudarma Adi
ISTIMEWA
Peraturan tender yang memadai di industri migas disebut SKK Migas penting, buat tingkatkan produksi. 

TRIBUNJATIM.COM - SKK Migas dan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terus mendorong peningkatan efek berganda (multiplier effects) industri hulu migas pada perekonomian nasional dan daerah, baik baik secara langsung maupun tidak langsung.

Sektor hulu migas memberikan dampak positif bagi pundi-pundi pemerintah daerah dengan adanya kewajiban untuk memilih perusahaan daerah, dimana proyek berada untuk pengadaan barang/jasa senilai USD 1 juta.

Selain itu, efek berganda industri hulu migas bagi pemerintah daerah juga dirasakan melalui penerapan kebijakan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas dan participating interest.

Baca juga: SKK Migas Turut Menanam Cemara Laut di CMBR Lembung Paseser

Sektor hulu migas merupakan satu-satunya industri di Indonesia yang menerapkan kedua kebijakan tersebut untuk daerah penghasil migas.

Bagi daerah penghasil, DBH Migas adalah andalan sumber anggaran bagi pembangunan di daerah.

DBH diharapkan dapat digunakan sesuai dengan tujuan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi hulu migas.

Baca juga: Target Lifting Minyak SKK Migas Tahun 2021 Sama dengan Tahun 2020

Sedangkan dampak tidak langsung dari sektor hulu migas adalah terciptanya bisnis penyedia barang dan jasa lokal, kesempatan lapangan usaha, kesempatan kerja penyerapan tenaga kerja lokal, dan adanya tanggung jawab sosial yang diemban setiap KKKS pada wilayah kerjanya.

Besarnya efek berganda industri migas pada industri lain membuat SKK Migas menerapkan kebijakan untuk tetap menjalankan operasi hulu migas ketika pandemi Covid -19 melanda dunia, termasuk Indonesia, pada 2020.

Menurut Kepala Satuan Kerja Hulu Migas (SKK Migas) Dwi Soetjipto, keberadaan industri hulu migas beserta penunjangnya telah memberikan dukungan bagi kelangsungan industri lain, terutama di masa pandemi Covid-19.

Baca juga: SKK Migas Ikut Lakukan Investigasi Bersama Pertamina EP, Terkait Insiden Kebakaran di CPP Gundih

Dan dampak yang ditimbulkan sektor hulu migas tersebut tidak hanya berkaitan dengan hal-hal yang bersifat teknis, tetapi juga non-teknis. Terus beroperasinya usaha-usaha tersebut di seluruh wilayah operasi hulu migas membuat pendapatan daerah tetap terus bergulir.

“Di saat industri hulu migas tak menghentikan kegiatan operasionalnya, maka industri yang terkait langsung maupun tidak dengan hulu migas tetap berjalan,” jelasnya dalam rilisnya, Rabu (20/10/2021).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved