Breaking News:

Berita Malang

Fasilitas Umum dan Instansi Pemerintahan di Kabupaten Malang Mulai Terapkan Aplikasi PeduliLindungi

Pasar-pasar tradisional di Kabupaten Malang akan dipasangi aplikasi PeduliLindungi. Sebelum diterapkan secara masif, penerapan aplikasi tersebut akan

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/BENNI INDO
Karyawan Lippo Plaza Batu melakukan scan di aplikasi Peduli Lindungi di hari pertama masuk kerja, Selasa (31/8/2021). Lippo Plaza Batu kembali buka setelah tutup lebih dari sebulan. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pasar-pasar tradisional di Kabupaten Malang akan dipasangi aplikasi PeduliLindungi. Sebelum diterapkan secara masif, penerapan aplikasi tersebut akan diuji coba terlebih dahulu di Pasar Kepanjen.

"Perihal rencana tersebut masih butuh sosialisasi. Di Pasar Singosari, Kepanjen atau Lawang pokoknya pasar yang besar atau induk itu itu yang akan dilakukan uji coba. Hal-hal seperti warga yang memiliki aplikasi maupun tidak itu yang harus dibahas terlebih dahulu," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Agung Purwanto ketika dikonfirmasi.

Kata Agung, rencana tersebut mencuat setelah adanya arahan Kementrian Perdagangan. Tujuan pemasangan aplikasi PeduliLindungi untuk menekan penyebaran Covid-19 di pasar tradisional.

Materi sosialiasi kepada pengunjung dan pedagang pasar meliputi tata cara penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Masyarakat yang telah divaksin Covid-19 secara legal bisa dibuktikan melalui aplikasi yang terpasang di gawai.

Baca juga: Banyak Diminati Pasar Eropa Berkat Master Chef, Kota Batu Akan Ambil Peluang Ekspor Jeruk Purut

“Nanti targetnya seluruh pasar pastinya menerapkan aplikasi PeduliLindungi,” ungkap Agung.

Di sisi lain, penerapan aplikasi PeduliLindungi juga mulai dilakukan di instansi pemerintahan.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang telah mewajibkan scan QR Code PeduliLindungi bagi semua masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) ketika memasuki area Pendopo Agung Kabupaten Malang.

Baca juga: Anak di Bawah Usia 12 Tahun Sudah Boleh Masuk, Tempat Wisata di Kota Batu Ramai Dikunjungi

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang menjelaskan, penggunaan aplikasi PeduliLindung sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No.53 tahun 2021.

"Sudah dilakukan uji coba, siapa saja yang akan masuk area Pendopo Agung harus scan dulu," terang Firmando.

Firmando mengatakan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi dilakukan untuk mempermudah pelaksanaan tracing jika ada yang terpapar Covid-19.

"Supaya tracing dapat dilakukan dengan mudah. Jika mau masuk area Pendopo harus Scan QR Code PeduliLindungi, keluarnya pun sama, scan QR juga," tuturnya.

Secara bertahap, aplikasi PeduliLindungi tersebut, nantinya  akan diberlakukan di seluruh organisasi perangkat daerah di Kabupaten Malang.

"Nanti semuanya menggunakan aplikasi. Jika yang tidak mendownload aplikasi Peduli Lindungi, atau karena paketan di smartphone habis, bisa menunjang dengan kartu vaksin," ungkapnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved