Breaking News:

Liga 3

Jelang Liga 3 2021, PSSI Jatim Gelar Workshop Kepelatihan: 'Turnamen Berkelas, Pelatih Berkualitas'

Sejumlah pelatih kepala klub peserta Liga 3 mengikuti pembekalan yang diselenggarakan oleh Asprov PSSI Jawa Timur.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Taufiqur Rohman
Tribun Jatim Network/Febrianto Ramadani
Suasana Workshop Pelatih Kepala Klub Peserta 3 Zona Jawa Timur Hotel Quest Darmo, Surabaya, Rabu (20/10/2021). 

"Maka hasilnya tak lepas dari pembinaan daerah. Disinilah Jatim memulai menghasilkan pemain, pelatih dan klub yang berbobot dengan berkompetisi yang baik," tuturnya.

Baca juga: Ada-ada Saja, Gara-gara Hal Ini, Suporter PSG Tawarkan Ibunya ke Lionel Messi

Sekretaris Asprov PSSI Jatim, Dyan Puspito Rini, menambahkan berdasarkan kongres yang dilakukan 3 bulan lalu, pihaknya menyebutkan fokus utama selama 4 tahun kedepan adalah pelatihan pelatih pembinaan anak usia dini melalui SSB terafiliasi dan pendidikan untuk para pelatih.

"Kalau berbicara kualitas program yang baik, itu hanya bisa didapat membenahi sumber daya manusia. Para pelatih di tingkat apapun kami harus mulai mewadahi mereka. Memberi pembekalan, meningkatkan kemampuan, dan itu yang menjadi fokus utama," terangnya

Ririn, sapaan akrabnya, menyatakan, kompetisi Liga 3 bukanlah tingkat rendah. Dia juga melihat pembenahaan bukan hanya ditingkat prestasi atau performa. Asprov PSSI Jatim mempunyai mimpi yang besar.

"Di tahun 2045 ada kejuaraan dunia. Lalu 2032 olimpiade. Maka, siapa sebenarnya yang menjadi pemain sepak bola. Yaitu anak anak masih berumur 10 tahun saat ini."

"Jadi kami persiapkan buat tim atau atlet sepak bola dari jawa timur yang dimunculkan dan sudah dibentuk dengan sport science," terang sekretaris perempuan pertama Jatim itu.

"Kepelatihan adalah ilmu yang dinamis dan berubah ubah sewaktu waktu. Kalau pelatih tidak mau mengikuti zaman maka tidak akan bisa maju. Disisi lain pelatih ujung tombak dalam mengajar pemain," lanjutnya.

Dengan dihelatnya Liga 3, tuntas Ririn, adalah menjadi pertanda PSSI Asprov Jatim walau tidak menentu lantaran masih pademi. Semoga bisa menyemangati stakeholder sepak bola dan bersama sama tetap menjaga sepak bola Jawa Timur.

"Jangan sampai menjadi klaster sepak bola sehingga yang disalahkan kompetisinya. Semoga program januari tahun depan yang direncanakan bisa terlaksana," tutupnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved