Breaking News:

Berita Probolinggo

Peringati Hari Santri, ASN Pemkot Probolinggo Pakai Sarung dan Busana Muslim saat Ngantor

Para ASN Pemerintah Kota Probolinggo turut menyemarakkan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2021 mendatang.

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/Danendra Kusuma
ASN Pemkot Probolinggo mengenakan sarung saat ngantor. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Para ASN Pemerintah Kota Probolinggo turut menyemarakkan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2021 mendatang.

Mereka mengenakan baju koko, sarung lengkap dengan peci serta busana muslimah saat ngantor.

Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin mengatakan ini merupakan bentuk penghormatan atas peran santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Momen ini juga untuk memupuk nasionalisme, persatuan dan kesatuan bangsa.

"Bersarung bukan hanya khusus untuk kegiatan keagaaman saja. Melainkan, akitivitas lain termasuk ngantor. Bersarung menunjukkan jati diri kita," katanya, Rabu (20/10/2021).

Baca juga: Rusak Gembok Pagar, Maling Gasak Suzuki Satria Milik Warga Probolinggo, Luput dari Kamera CCTV

Seruan bersarung, tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Probolinggo Nomor : 451/6448/425.013/2021 tanggal 16 Oktober 2021 tentang pemakaian busana muslim untuk memperingati Hari Santri ke VII Tahun 2021 di Kota Probolinggo.

Selain ASN, pegawai BUMD dan BUMN di Kota Probolinggo juga mengenakan busana muslim saat ngantor yang berlaku mulai 19 Oktober hingga 26 Oktober 2021.

Ketentuannya, laki-laki menggunakan atasan baju koko, peci dan bawahan sarung.

Baca juga: Minta Pulang, Pasien ODGJ di Probolinggo Nekat Jebol Plafon Demi Kabur dari Rumah Sakit

Sedangkan untuk wanita memakai pakaian muslimah dan bagi yang beragama lain dapat menyesuaikan.

"Selain itu, pada Peringatan Hari Santri Nasional 2021, Pemkot Probolinggo menggelar beragam lomba secara virtual. Yakni, lomba musik islami, lomba baca kitab, patrol, hadrah, dan tartil," sebutnya.

Salah satu ASN Pemkot Probolinggo, Rama mengaku senang bisa mengenakan baju koko, sarung dan peci saat bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, dengan mengenakan pakaian tersebut ia ikut memaknai Peringatan Hari Santri Nasional

"Awalnya kurang pede namun setelah dijalani ternyata nyaman juga. Aktivitas kerja pun tidak terganggu," pungkasnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved