Breaking News:

Berita Madiun

Vaksinasi Sudah Tinggi, Wali Kota Maidi Ungkap Penyebab Kota Madiun Belum Beranjak dari Level 2

Kota Madiun masih berada di level 2 dalam perpanjangan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra
Wali Kota Madiun, Maidi, saat ditemui pada Minggu (17/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Kota Madiun masih berada di level 2 dalam perpanjangan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Hal tersebut sesuai dengan Intruksi Mendagri nomor 53 tahun 2021 yang berlaku mulai 19 Oktober hingga 1 November nanti.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Madiun, Maidi mengungkapkan penyebab Kota Pecel belum beranjak ke level 1 sesuai target yang ia canangkan.

Baca juga: Potensi Atlet Sepatu Roda Kota Madiun Tinggi, Wali Kota Maidi Segera Tambah Sarana Prasarana

Maidi mengatakan sebenarnya Kota Madiun sudah berada dalam level 1 sesuai asesmen harian Kemenkes.

Begitu juga dengan sejumlah indikator yang diberikan oleh Kemendagri yang menunjukkan Kota Madiun bisa masuk ke level 1.

Menurut Maidi, satu-satunya yang menyebabkan Kota Pendekar masih berada di level 2 adalah karena input data vaksinasi yang masih tersendat.

Baca juga: Banyak Diminati Pasar Eropa Berkat Master Chef, Kota Batu Akan Ambil Peluang Ekspor Jeruk Purut

"Sebenarnya level 1 karena salah satu (indikatornya) vaksin lansia harus 60 persen. Sedangkan kita sudah lebih 60 persen tapi di aplikasinya tidak masuk. Baru 58 persen," kata Maidi, Rabu (20/10/2021).

Jika input data tersebut sudah berhasil, Maidi optimis Kota Madiun bisa beranjak ke level 1.

"Indikator (untuk ke level 1) semua terpenuhi. Hanya vaksin lansia saja yang terus kita kejar," lanjutnya.

Baca juga: Kisah Warga Pulau Bawean Melahirkan Bayi Perempuan di Atas Kapal, Tangis Bayi Disambut Rasa Syukur

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved