Breaking News:

Berita Kediri

Setelah Saling Dorong Pagar Balaikota, Mahasiswa di Kediri Sampaikan Tuntutan

Setelah sempat saling dorong pagar pintu masuk Balai Kota Kediri, perwakilan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kediri telah menyampaikan tuntutannya

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Didik Mashudi
Sejumlah aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kediri menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota Kediri, Kamis (21/10/2021). Sempat terjadi aksi saling dorong pagar pintu masuk antara mahasiswa dan petugas. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI- Setelah sempat saling dorong pagar pintu masuk Balai Kota Kediri, perwakilan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kediri telah menyampaikan tuntutannya kepada pejabat Pemkot Kediri, Kamis (21/10/2021).

Perwakilan pendemo HMI Kediri diterima Asisten Sekkota Kediri Drs Nur Muhyar dan Kepala Satpol PP Eko Lukmono.

Ada 5 tuntutan yang disampaikan HMI Kediri kepada pejabat Pemkot Kediri di antaranya Pemerintah Kota Kediri untuk mewujudkan pendidikan yang humanis, mengedepankan prinsip ekologis dalam hal pembangunan fasilitas umum, mewujudkan reformasi agraria yang sejati,  menolak tindakan kekerasan aparat kepada masyarakat melalui pakta integritas dan himbauan yang disampaikan kepada seluruh jajaran TNI dan Polri di Kota Kediri dan Mewujudkan reformasi birokrasi Pemerintah Kota Kediri yang sehat tanpa nepotisme.

Sekretaris Umum HMI Kediri Dicky Aris Setiawan usia dialog menjelaskan, mahasiswa bakal diagendakan untuk bertemu langsung dengan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Baca juga: Cegah Aksi Balasan dari Aremania, Polresta Malang Kota Gencarkan Patroli

Karena ada beberapa yang perlu digarisbawahi di antaranya terkait dengan reformasi agraria ada respon baik.

"Dari tuntutan pembangunan infrastruktur yang mengedepankan prinsip ekologis juga mendapat respon baik. Kami akan ketemu dengan Bapak Walikota," ungkapnya. 

Sementara Drs Nur Muhyar menjelaskan ada beberapa aspirasi yang disampaikan ada 3. Dari ketiga aspirasi tersebut ada yang menjadi kewenangan pusat seperti reformasi birokrasi dan kemudian terkait dengan aparat samping.

Sedangkan yang berkaitan dengan Pemkot Kediri merupakan suport masukan yang baik. Termasuk pembangunan harus mengacu pada hasil analisa dampak lingkungan.

"Jangan sampai pembangunan di Kota Kediri menghancurkan dan kemanusiaan kurang manusiawi dan dari sisi lingkungan merusak lingkungan," jelasnya.
Semua masukan mahasiswa diterima untuk menjadi bahan masukan ke depan dalam hal menata lebih baik lagi. 

Diberitakan sebelumnya, puluhan massa HMI Kediri menggelar unjuk rasa di Balai Kota Kediri. Massa sempat saling dorong pagar pintu masuk dengan aparat keamanan.

Namun setelah dimediasi Kabag Ope Polres Kediri Kota Kompol Abraham Sisik, akhirnya 6 perwakilan mahasiswa diterima oleh pejabat Pemkot Kediri.(didik mashudi)

Kumpulan berita Kediri terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved