Breaking News:

Berita Bojonegoro

BPJAMSOSTEK Cabang Bojonegoro Gelar Sosialisasi Kepada Asosiasi Klinik Pratama di Kabupaten Lamongan

BPJAMSOSTEK Cabang Bojonegoro Gelar Sosialisasi Kepada Asosiasi Klinik Pratama di Kabupaten Lamongan yang dihadiri banyak perwakilan.

Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim.com/istimewa
BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Bojonegoro ketika menggelar sosialisasi kepada Asosiasi Klinik Pratama di Kabupaten Lamongan 

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - BPJS Ketenagakerjaan / BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Bojonegoro menggelar sosialisasi kepada Asosiasi Klinik Pratama di Kabupaten Lamongan.

Sosialisasi yang digelar dengan protokol kesehatan yang cukup ketat ini dihadiri oleh 65 perwakilan dari klinik pratama dan Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan Kabupaten Lamongan.

Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Bojonegoro, Iman M Amin mengatakan, kegiatan sosialisasi ini bekerjasama dengan Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan bertujuan untuk mensosialisasikan peraturan perundang-undangan bidang ketenagakerjaan bagi Asosiasi klinik pratama di Lamongan.

"Selain itu, kegiatan yang diselenggarakan di LA Resto ini juga untuk meningkatkan kepatuhan dan kesadaran bagi asosiasi klinik pratama terhadap kepesertaan program BP Jamsostek sesuai dengan UU nomor 24 Tahun 2011 sehingga asosiasi ini mengetahui apa saja kewajiban dan hak terkait pendaftaran pekerja," ujarnya, dalam siaran tertulis, Jumat (22/10/2021).

Baca juga: BPJAMSOSTEK Cabang Bojonegoro Bayar Klaim Rp 57,5 Miliar di Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2021

Menurut Iman M Amin, apabila asosiasi klinik telah terdaftar sebagai peserta maka dapat menjadi PLKK (Pusat Layanan Kecelakaan Kerja) yang dapat memberikan pelayanan kepada peserta jika mengalami musibah kecelakaan kerja.

Sementara itu, Pegawai pengawas Ketenagakerjaan Kabupaten Lamongan, Silvia menekankan kepada seluruh asosiasi klinik tentang kepatuhan dan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Program BPJAMSOSTEK sangat penting dan wajib ikuti oleh seluruh pekerja," terangnya.

Kepala Bidang Pelayanan BPJAMSOSTEK Cabang Bojonegoro, Ida Dwi Patnurjati, menambahkan, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sangat penting bagi setiap pekerja, agar dalam melakukan setiap aktiftas pekerjaan merasa aman dan tenang.

Apabila terjadi risiko yang tidak diinginkan, yaitu kecelakaan di lokasi kerja, saat berangkat maupun pulang kerja, tidak perlu khawatir, karena seluruh biaya pengobatan dan perawatan ditanggung sepenuhnya oleh BPJAMSOSTEK.

"Jika pekerja meninggal dunia, lanjut Ida, ahli waris akan, menerima santunan kematian dan beasiswa bagi anak pekerja yang masih bersekolah agar dapat melanjutkan masa depan dan kelangsungan hidupnya," kayanya.

Baca juga: BPJAMSOSTEK Cabang Bojonegoro Gelar Sosialisasi Program Sektor Jasa Konstruksi kepada OPD

Dalam acara tersebut juga disampaikan tentang salah satu program BPJamsostek yaitu mengenai JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja).

Disampaikan pula, dari 1 Januari 2021 sampai 27 September 2021, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bojonegoro telah membayarkan klaim JKK sebanyak 489 kasus dengan nominal sejumlah Rp 5.701.334.813.

Dari jumlah tersebut, yang terbanyak adalah pembayaran klaim Jaminan Hari Tua (JHT), yakni 4.963 kasus sebesar Rp 64.977.267.150. Lalu klaim Jaminan Kematian (JKM) sebanyak 326 kasus sejumlah Rp 8.311.000.000, dan Jaminan Pensiun (JP) sejumlah Rp 1.846.317.31 untuk 2.242 orang. (*)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved