Breaking News:

Berita Jatim

Cara Wanita Korban 10 Aplikator Pinjol Ilegal ini Lepas Intimidasi dan Fitnah Debt Collector 

Wanita berinisial ZO (26) asal Pasuruan ini juga menjadi satu diantara ratusan orang korban intimidasi debt collector (DC) dari aplikasi pinjaman

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Januar
Istimewa/TribunJatim.com
Ilustrasi pinjaman online 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA-Wanita berinisial ZO (26) asal Pasuruan ini juga menjadi satu di antara ratusan orang korban intimidasi debt collector (DC) dari aplikasi pinjaman online (Pinjol).

Saking curangnya permainan layanan peminjaman uang dari pinjol ilegal itu, terpaksa membuat ZO masang aplikasi pinjaman online (Pinjol) ilegal hingga 10 aplikasi.

Proses penagihan yang bersifat intimidatif dari oknum DC pinjol ilegal itu, diakui ZO membuatnya geram.

Apalagi jika terlambat melakukan pembayaran dari tenggat waktu yang ditentukan.

Tak pelak foto-foto dan sejumlah informasi data pribadi dirinya, bisa mendadak tersebar di berbagai macam kontak ponsel pertemanannya.

Semua itu dialami ZO melalui sarana aplikasi chatting WhatsApp (WA), beberapa diantaranya melalui pesan singkat via SMS, hingga intimidasi melalui sambungan telepon menggunakan nomor rahasia (private number).

Lalu bagaimana pihak oknum DC aplikator mengakses data pribadi debut atau nasabah pinjol. Itu pertanyaan mendasarnya.

ZO mengungkapkan, pihak aplikator mampu melakukan itu melalui sistem aplikasi yang tentunya sudah diinstal dalam perangkat gawai pada genggaman tangan klien.

Baca juga: Cerita Wanita asal Pasuruan Terpaksa Instal 10 Aplikasi Pinjol, Sadar Ilegal saat Difitnah Jual Diri

Di situlah, para aplikator pinjol ilegal akan sangat leluasa menyalahgunakan berbagai data pribadi itu untuk melakukan tahapan intimidasi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved