OTT KPK di Probolinggo

Penyidik KPK Kembali Panggil 18 Saksi Terkait Dugaan Gratifikasi & TPPU Bupati Probolinggo Nonaktif

Penyidik KPK kembali memanggil 18 saksi terkait dugaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang Bupati Probolinggo nonaktif, Puput Tantriana Sari

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Danendra Kusuma
Polresta Probolinggo Kota, 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak berhenti melakukan pemerikaaan terhadap saksi di Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (21/10/2021).

Sebanyak 18 orang dipanggil sebagai saksi dalam perkara dugaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Bupati Probolinggo nonaktif, Puput Tantriana Sari.

Pemeriksaan dilakukan di Polresta Probolinggo.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, belasan saksi tersebut terdiri dari aparatur sipil negara (ASN), pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) hingga pihak swasta.

Proses pemeriksaan dilakukan guna menelusuri dugaan penerimaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Bupati Probolinggo nonaktif, Puput Tantriana Sari (PTS) serta suaminya, Hasan Aminuddin (HA).

"Pemeriksaan saksi TPK (Tindak Pidana Korupsi) terkait seleksi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo tahun 2021, dugaan gratifikasi dan TPPU untuk tersangka PTS (Puput Tantriana Sari)," kata Ali dalam keterangannya.

Para saksi tersebut, yakni Sekretaris Dinas Dukcapil Kabupaten Probolinggo Agus Setijono, Direktur Perusahaan Air Minum (PDAM) Kabupaten Probolinggo Gandhi Hartoyo, Kabag Administrasi PDAM Kabupaten Probolinggo Yudhi Wibowo, serta Anggota Sistem Pengawas Internal (SPI) PDAM Kabupaten Probolinggo Yusiana.

Lalu, pihak swasta Dharta Wira Kusuma, Anang Kadarisman, Yulika Anggraini, Sugeng Basori, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto, serta Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto.

Kemudian, Camat Tongas Abdul Ghofur, Camat Leces M Syarifuddin, Camat Kraksaan Ponirin, Camat Besuk Puja, Camat Pajarakan Rachmad Hidayanto, Camat Bayuanyar Imam Syafi'i, Wiraswasta Zulfikar Imawan H, serta Kepala Desa Zamroni.

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Probolinggo terkait kasus dugaan jual beli jabatan kepala desa, Senin (30/8/2021).

Baca juga: Giliran Plt Bupati Probolinggo, Timbul Prihanjoko dan 7 Pejabat Pemkab Dipanggil Penyidik KPK

Kasus tersebut menyeret Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin, Doddy Kurniawan (DK), aparatur sipil negara (ASN)/Camat Krejengan, Kabupaten Probolinggo, serta Muhammad Ridwan selaku ASN/Camat Paiton, Kabupaten Probolinggo sebagai tersangka penerima.

Sementara 18 orang sebagai pemberi merupakan ASN Pemkab Probolinggo, yaitu Sumarto (SO), Ali Wafa (AW), Mawardi (MW), Mashudi (MU), Maliha (MI), Mohammad Bambang (MB), Masruhen (MH), Abdul Wafi (AW), dan Kho'im (KO).

Selanjutnya, Akhmad Saifullah (AS), Jaelani (JL), Uhar (UR), Nurul Hadi (NH), Nuruh Huda (NUH), Hasan (HS), Sahir (SR), Sugito (SO), dan Samsudin (SD).

Saat ini, seluruh tersangka sudah ditahan oleh KPK.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved