Breaking News:

Berita Surabaya

Hari Pertama Kembali Buka, Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya Diserbu Ratusan Pengunjung

Hari pembukaan wisata alam di Surabaya, Ekowisata Mangrove, Jalan Raya Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Sabtu sore (23/10/2021), sedikitnya ada 150 pengun

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/febrianto
Pengunjung sedang scan barcode Pedulilindungi sebelum masuk ke Ekowisata Mangrove, Jalan Raya Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Sabtu sore (23/10/2021) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Hari pembukaan wisata alam di Surabaya, Ekowisata Mangrove, Jalan Raya Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Sabtu sore (23/10/2021), sedikitnya ada 150 pengunjung dari berbagai usia mendatangi tempat tersebut.

Sejak ditutup lantaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Pahlawan, para pelaku usaha setempat mengeluhkan nihilnya pemasukan. Dengan dibukanya kembali diharapkan bisa menggeliatkan perekonomian.

Koordinator Mangrove Wonorejo Information Center, Muhammad Suwito, mengatakan, sebelum beroperasi, pihaknya terlebih dahulu menunggu barcode aplikasi Pedulilindungi terpasang di pintu masuk.

"Agar pengunjung bisa scan dan masuk. Selain itu, minimal sudah tervaksin agar bisa masuk," ujarnya.

Lebih lanjut ia berpesan kepada pengunjung agar tetap menerapkan protokol kesehatan. Mulai memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau hand sanitizer, hingga menghindari kerumunan.

"Kami tetap mengutamakan prokes. Wisata buka mulai jam 9 pagi sampai jam 3 sore," tuturnya.

"Jumlah pengunjung 150 itu masih sepi. Kami batasi maksimal 500 orang biar tidak ada kerumunan. Untuk keluar masuk satu arah," imbuhnya.

Dirinya juga menyiapkan antisipasi apabila pengunjung telah memenuhi kapasitas tempat wisata yang sudah ditentukan. Hal tersebut mencegah terjadinya kepadatan di dalam kawasan.

"Pengunjung baru kami stop dulu kalau sudah memenuhi kapasitas. Begitu sudah ada yang keluar baru pengunjung bisa masuk. Jadi tidak boleh berkurumun. Lalu ada petugas yang berpatroli terus biar diarahkan berjalan," jelasnya.

Di tengah lengangnya pengunjung, sebanyak lima sentra kuliner juga sudah dibuka guna meningkatkan pemasukan.

Dengan dibukanya ini, masyarakat Surabaya bisa kembali berlibur. "Semoga tidak jenuh biar bisa jalan jalan seperti sedia kala," tuntasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved