Breaking News:

Berita Tuban

Korban Penipuan Jual Beli Kelinci Fiktif di Tuban Menangis di Kantor Polisi: Uang untuk Lamaran

Korban penipuan jual beli kelinci fiktif di Tuban menangis tersedu-sedu di kantor polisi, ungkap uang akan digunakan untuk lamaran.

Penulis: M Sudarsono | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/M Sudarsono
Pelaku terduga kasus investasi bodong berkedok ternak kelinci di Tuban bertemu korban di Polsek Jenu, Jumat (22/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Korban penipuan jual beli kelinci fiktif di Tuban menangis saat berada di kantor kepolisian Polsek Jenu, Jumat (22/10/2021).

Bagaimana tidak, uang jutaan rupiah yang dipinjam pelaku Giyang Mihdiyan Arifta Putra (28), warga Desa Tuwiri Kulon, Kecamatan Merakurak, Tuban, dengan dalih investasi itu ternyata raib.

Perempuan yang enggan namanya disebut itu mengaku uang itu akan digunakan untuk lamaran

"Uangnya mau untuk lamaran, minggu ini," kata korban, HN sambil menahan tangis di Mapolsek Jenu.

HN menjelaskan, uang yang dipinjam pelaku nilainya sekitar Rp 6-7 juta.

Korban terperdaya dengan bujuk rayu pelaku yang menggunakan embel-embel untuk investasi bisnis kelinci.

Namun, ia akhirnya sadar jika menjadi korban penipuan setelah beberapa kali menanyakan uangnya, dan tak mendapat jawaban memuaskan.

"Kalau jual beli kelinci dapat untung harusnya kan uang bisa kembali, ya saya tidak menyangka, saya sudah terlanjur percaya karena kenal," pungkasnya.

Kapolsek Jenu, AKP Rukimin mengatakan, dalam menjalankan aksinya, pelaku bermodus menawarkan kelinci melalui media sosial Facebook dengan akun bernama Giank Muchdian Arifta Putra.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved