Breaking News:

Berita Kota Mojokerto

Penambahan Jam Pembelajaran di SD dan SMP Kota Mojokerto Tunggu ACC Satgas Covid-19

Dindik Kota Mojokerto menunggu persetujuan Tim Satgas Covid-19 terkait penambahan jam pembelajaran di sekolah, menyusul penurunan status PPKM.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Habibur Rohman
Ilustrasi pembelajaran tatap muka (PTM) - Penambahan Jam Sekolah SD dan SMP Kota Mojokerto Tunggu ACC Satgas Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Dinas Pendidikan (Dindik) menunggu persetujuan Tim Satgas Covid-19 terkait penambahan jam pembelajaran di sekolah, menyusul penurunan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Mojokerto.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, Amin Wachid mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan seluruh kepala sekolah dari tingkat PAUD, SD dan SMP guna merumuskan kebutuhan siswa terkait penambahan jam pembelajaran di sekolah.

Hasil rumusan itu diusulkan untuk disetujui Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari selaku Ketua Satgas Covid-19.

"Masih menunggu disposisi persetujuan dari Ibu Wali Kota Mojokerto," ungkapnya, Jumat (22/10/2021).

Amin menyebut, berdasarkan surat Nomor 420/3084/417.501/2021 tentang pertimbangan penambahan jam pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas menyusul status Kota Mojokerto PPKM Level 1.

Adapun usulan itu meliputi, sekolah jenjang PAUD kapasitas 33 persen maksimal lima peserta didik dalam satu kelas dan menyesuaikan masing-masing satuan lembaga pendidikan.

Pembelajaran SD ditambah 45 menit, dari hari Senin-Kamis, yang sebelumnya dua jam akan diusulkan menjadi 2 jam 45 menit.

Sekolah jenjang SMP ditambah 20 menit, dari hari Senin-Kamis yang semula dua jam 40 menit akan diusulkan menjadi 3 jam.

Baca juga: Kota Mojokerto PPKM Level 1, Jam Pembelajaran Sekolah akan Ditambah

"Sekolah jenjang SD dan SMP pada hari Jumat tidak ada penambahan jam pembelajaran, dan lembaga pendidikan wajib menyediakan pembelajaran daring bagi siswa yang tidak mendapat izin dari orang mengikuti PTM di kelas," jelasnya.

Terpenting, lanjut dia, Dindik Kota Mojokerto juga mengusulkan agar diperbolehkan kegiatan pembelajaran olahraga, ekstrakurikuler dan upacara bendera, serta kantin sekolah pada 1 November 2021.

Persyaratannya, kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler dilaksanakan sesuai sesi yang wajib penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

"Upacara bendera dilaksanakan dua pekan sekali dan kantin sekolah dibuka hanya menyediakan atau menjual air mineral," ucap Amin.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved