Breaking News:

Berita Probolinggo

Ponpes Riyadlus Sholihin Kota Probolinggo Gelar Upacara Bendera, Peringati Hari Santri Nasional 2021

Santri Ponpes Riyadlus Sholihin Kota Probolinggo menggelar upacara bendera untuk memperingati Hari Santri Nasional 2021. Ada atraksi pencak silat.

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Danendra Kusuma
Santri Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin Kota Probolinggo menggelar giat upacara bendara untuk memperingati Hari Santri Nasional ke-7 yang jatuh pada Jumat (22/10/2021).  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Santri Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin Kota Probolinggo menggelar giat upacara bendara untuk memperingati Hari Santri Nasional ke-7 yang jatuh pada Jumat (22/10/2021). 

Kegiatan itu dilakukan di halaman ponpes yang berlokasi di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan

Pelaksanaan upacara bendera ala santri ini, dilakukan seperti upacara bendera pada umumnya. 

Namun yang menarik dalam acara tersebut, para pesertanya merupakan santri, selain itu setiap peserta yang ikut upacara memakai pakaian khas ala santri yaitu peci, baju koko, sarung, dan sandal jepit.

Pelaksanaan upacara tersebut juga dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan, mengingat pandemi Covid-19 (virus Corona) masih belum berakhir.

Kegiatan itu diikuti langsung oleh Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin, yang sekaligus menjadi pemimpin upacara dalam kegiatan tersebut, serta dihadiri Forkopimda Kota Probolinggo.

Di sela-sela acara, Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin juga memberikan penghargaan terhadap sejumlah santri yang berprestasi. 

"Upacara bendera ini dilakukan dalam rangka memperingati HSN ke-7, sebagai bentuk partisipasi dan penghormatan kita terhadap para santri, ulama, dan kiai, yang pada masa penjajahan belanda ikut berpartisipasi dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa ini," katanya, Jumat (22/10/2021).

Habib Hadi mengajak para santri untuk mampu mengikuti perkembangan teknologi, dan bukan hanya dalam bidang keagamaan saja, di era modernisasi ini. 

Baca juga: Masih PPKM Level 3, Kota Probolinggo Kejar Capaian Vaksinasi Covid-19 pada Lansia agar Turun Level

"Tetapi, sebagai santri yang patuh dan taat terhadap ajaran agama, harus tetap menjaga marwah dan menjunjung tinggi nama baik santri, sesuai ajaran yang telah diberikan para kiai dan ulama," paparnya. 

Menurut Amalia Nilam, seorang santri putri Ponpes Riyadlus Sholihin, yang juga peserta atraksi pencak silat yang menunjukan kebolehan dalam kekebalan tubuh saat dicambuk, mengatakan, ketika dicambuk dia tidak merasakan sakit sama sekali.

Dia juga mengaku sangat senang dan bangga sebagai santri, apalagi bisa menampilkan pertunjukan di hadapan tamu undangan yang hadir pada saat itu.

"Semoga di Hari Santri ini, para santri di seluruh Indonesia semakin jaya dan mampu menjaga kedaulatan nusa dan bangsa, serta menjaga tata krama dan marwah sebagai santri, selain itu menjunjung tinggi nilai-nilai agama yang diajarkan kiai dan ulama," pungkasnya.

Di penghujung acara upacara, para undangan dihibur dengan atraksi pencak silat, melakukan kekebalan tubuh, mematahkan batako dan beton, serta dicambuk, yang dilakukan oleh para santri.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved