Breaking News:

Berita Terpopuler

TERPOPULER BOLA: Babak Akhir Kasus Perusakan Bus Arema FC - Jadwal Barcelona Vs Real Madrid

4 berita bola terpopuler hari ini, Sabtu 23 Oktober 2021. Akhir kasus perusakan bus Arema FC hingga jadwal Liga Spanyol, Barcelona vs Real Madrid.

Editor: Hefty Suud
(KOMPAS.com/Suci Rahayu)
Bus Arema FC yang baru saja diserang segerombolan orang tidak dikenal di depan Hotel New Saphir Yogyakarta, Rabu (20/10/2021) malam. 

Proses penyerahan dilakukan di Polresta Yogyakarta pada Kamis (21/10/2021) malam.

Dalam pertemuan tersebut, selain pihak kepolisian, dari Arema FC diwakili oleh Media Officer Arema FC Sudarmaji dan Sekretaris Tim Rahmat Taufiq Hentihu, ada juga perwakilan manajemen Persebaya Surabaya, Asisten Manajer Persebaya Surabaya Alex Tualeka.

"Kami mendapatkan arahan dari presiden klub, bahwa Arema FC menerima permohonan maaf Persebaya atas peristiwa kemarin terkait perusakan bus. Karena sejatinya kita ini adalah saudara, dua klub dari Jawa Timur membawa image dan citra Jawa Timur untuk berprestasi di ranah sepak bola," kata Sudarmaji, Jumat (22/10/2021).

Baca Selengkapnya

2. Arema FC  Terima Permintaan Maaf Persebaya Soal Perusakan Bus, 'Kubur Dendam' 

Arema FC menyerahkan pelaku perusakan bus Arema FC untuk dibina polisi serta manajemen Persebaya Surabaya. Proses penyerahan dilakukan di Polresta Yogyakarta pada Kamis (21/10/2021) malam.
Arema FC menyerahkan pelaku perusakan bus Arema FC untuk dibina polisi serta manajemen Persebaya Surabaya. Proses penyerahan dilakukan di Polresta Yogyakarta pada Kamis (21/10/2021) malam. (Istimewa/TribunJatim.com)

Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana buka suara secara resmi terkait aksi perusakan bus Arema FC di Jogja yang dilakukan oleh oknum Bonek.

Menurut Gilang, usai kejadian tersebut manajemen Persebaya Surabaya telah meminta maaf pada manajemen Arema FC dan manajemen Arema FC telah memaafkan aksi pengerusakan itu.

"Sepak bola sejatinya adalah persaudaraan, rivalitas hanya 45 menit x 2 adu kualitas permainan, adu strategi, adu fisik dan dan tehnik."

Baca juga: Inilah yang Harus Dilakukan Pelaku Perusakan Bus Arema FC Selain Mendapatkan Pembinaan dari Polisi

"Tragedi Jogja di mana bus Arema FC diserang oleh oknum suporter Persebaya kami jadikan tonggak pengakhiran rivalitas negatif, tumbal korban rivalitas yang berpotensi mengilangkan nyawa orang."

"Kami dari Arema FC sangat mengutuk perbuatan oknum suporter itu. Namun kami ikhlas seikhlas ikhklasnya agar ini menjadi tragedi terakhir dan menjadikan pelajaran berharga bagi semua pengelola klub sepakbola dan supporter untuk mengakhiri saling dendam dan saling serang," kata Gilang, Kamis (21/10/2021).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved