Breaking News:

Berita Kota Madiun

Kejari Kota Madiun Panggil 15 Saksi Kasus Dugaan Penyalahgunaan Anggaran PDAM Tirta Taman Sari

Kejari Kota Madiun panggil 15 saksi kasus dugaan penyalahgunaan anggaran dalam pembayaran tenaga harian lepas PDAM Tirta Taman Sari.

KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI
Beberapa warga mengantre untuk mendapatkan pelayanan di PDAM Kota Madiun, 2021. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun tengah melakukan penyidikan atas kasus dugaan penyalahgunaan anggaran dalam pembayaran tenaga harian lepas PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun.

Kejari Kota Madiun telah melakukan pemanggilan perdana kepada 15 saksi pada Senin (25/10/2021). 

Kasi Pidsus Kejari Kota Madiun, Toni Wibisono mengatakan, 15 saksi tersebut adalah staf dan tenaga harian lepas di PDAM Kota Madiun.

Tidak menutup kemungkinan ke depan, Kejari Kota Madiun akan memanggil pejabat PDAM Kota Madiun, termasuk direktur utama.

"Tidak hari ini untuk kabid dan di atasnya, jadi kalau rencana penyidik intinya akan melakukan pemanggilan terhadap semua pejabat yang terkait dalam kegiatan tersebut," kata Toni, Senin (25/10/2021).

Kejari Kota Madiun sendiri masih terus mengumpulkan alat bukti, termasuk untuk menghitung berapa kerugian negara akibat kasus tersebut.

"Kalau alat bukti sudah dirasa cukup, nanti akan dikoordinasikan dengan ahli yang berwenang untuk menghitung," jelasnya.

Baca juga: Bupati Madiun Kaji Mbing Pimpin Apel Siap Siaga Bencana di Tengah Hutan Bekas Bencana Angin Kencang

Toni menyebut, dugaan kasus penyalahgunaan anggaran dalam pembayaran tenaga harian lepas PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun ini mulai diselidiki setelah Kejari Kota Madiun menerima laporan masyarakat.

Laporan tersebut lalu ditindaklanjuti dengan pengumpulan data dan keterangan dari intelijen Kejari Kota Madiun

Setelah dilakukan analisa dan telaah, ternyata bisa ditindaklanjuti bidang pidsus untuk dilakukan penyelidikan.

"Setelah diperoleh bukti permulaan yang cukup adanya peristiwa tindak pidana, maka kemudian dilanjutkan ke penyidikkan guna mengumpulkan bukti dan menemukan pelakunya," terang Toni.

Rencananya, Kejari Kota Madiun juga akan memanggil sejumlah saksi kembali pada Selasa (26/10/2021) besok.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved