Breaking News:

Berita Jatim

Penyidik Interogasi 2 DC Pinjol Ilegal yang Ancam Nasabah Saat Tagih, Kapolda Jatim: Calon Tersangka

Penyidik sedang menginterogasi 2 debt collector pinjol ilegal yang ancam nasabah saat menagih, Kapolda Jatim: Calon tersangka.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Luhur Pambudi
Rendy Hardiansyah, (28) warga Cibungbulang, Bogor, Jabar; Anggi Sulistya Agustina (31) warga Tajurhalang, Bogor, Jabar; dan, Alditya Puji Pratama (27) warga Jombang, Jatim, para DC pinjol ilegal yang tagih nasabah pakai ancaman, saat diinterogasi Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta di Gedung Humas Mapolda Jatim, 2021. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ditreskrimsus Polda Jatim masih menginterogasi dua orang debt collector (DC) dari perusahaan penyedia jasa penagihan aplikator pinjaman online (pinjol) ilegal yang berhasil digerebek, beberapa waktu lalu.

Diduga kuat, dua orang DC pinjol ilegal yang sedang diperiksa tersebut terlibat dalam proses penagihan nasabah atau debitur secara intimidatif.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, dua orang yang sedang diperiksa tersebut, diduga kuat akan menjadi tersangka, menyusul tiga orang DC sebelumnya yang telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka.

Tiga orang yang dimaksud, antara lain, Rendy Hardiansyah (28) warga Cibungbulang, Bogor, Jabar; Anggi Sulistya Agustina (31) warga Tajurhalang, Bogor, Jabar; dan, Alditya Puji Pratama (27) warga Jombang, Jatim.

"Sementara 3 orang ini, yang lain sudah ada calon tersangka. 2 orang lagi. Sementara masih dikembangkan," ujar mantan Kapolsek Metro Ciputat itu, di Gedung Humas Mapolda Jatim, Senin (25/10/2021).

Mantan pasukan United Nations International Police Task Force itu mengungkapkan, Rendy Hardiansyah dan Anggi Sulistya Agustina merupakan karyawan perusahaan berinisial PT MJI. Sedangkan Alditya Puji Pratama merupakan karyawan perusahaan PT DSI.

Penyediaan jasa DC tersebut ditujukan untuk melakukan proses penagihan uang pinjaman beserta bunganya, kepada nasabah atau debitur pinjol.

Baca juga: 2 Perusahaan DC Pinjol Ilegal Dikendalikan Bos yang Sembunyi di Luar Negeri, Polri: Menyerahlah

Diungkapkan mantan Kanit Sumber Daya Alam dan Lingkungan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya itu, selama kurang dari setahun menjalani tugas penagihan, kedua perusahaan tersebut bertugas menerima perintah penagihan dari 36 aplikator pinjol.

Setelah dilakukan pemeriksaan berkoordinasi dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ternyata 35 aplikator pinjol yang memanfaatkan jasa DC dari kedua perusahaan tersebut, ilegal atau tidak terdaftar di OJK.

Sedangkan untuk status hukum perusahaan PT DSI dan PT MJI, Nico mengatakan, kedua perusahaan tersebut ternyata tidak terdaftar secara sah dan resmi, berdasarkan catatan pihak Kemenkumham Jatim.

"Hanya ada 1 perusahan (aplikator) yang legal. Sedangkan 35 lainnya tidak terdaftar," pungkas mantan Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya itu.

Akibat perbuatan melakukan penyebaran data pribadi disertai ancaman yang meresahkan, ketiga pelaku akan dipersangkakan Pasal 27 Ayat 4 junto Pasal 45 Ayat 5, UU RI No 19 Tahun 2016 atau UU No 11 tahun 2008 tentang ITE.

Ancaman pidana paling lama enam tahun penjara, dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved