Breaking News:

Berita Bisnis

PT Tiga Token Digital Resmi Luncurkan NEFTiPEDiA Wallet & Marketplace, Siap Fasilitasi Kreator Seni

PT Tiga Token Digital resmi meluncurkan NEFTiPEDiA Wallet & Marketplace, Senin (25/10/2021). Aplikasi NEFTiPEDiA sendiri sudah bisa diunduh di PlaySto

istimewa
PT Tiga Token Digital resmi meluncurkan NEFTiPEDiA Wallet & Marketplace, Senin (25/10/2021). Aplikasi NEFTiPEDiA sendiri sudah bisa diunduh di PlayStore. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luthfi Husnika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PT Tiga Token Digital resmi meluncurkan NEFTiPEDiA Wallet & Marketplace, Senin (25/10/2021). Aplikasi NEFTiPEDiA sendiri sudah bisa diunduh di PlayStore. 

Peluncuran project NEFTiPEDiA ini guna menyambut percepatan dunia digital di mana Cryptocurrency menjadi topik hangat dan banyak dicari belakangan ini. 

Banyak pasar yang memberi kesempatan untuk berdagang berbagai digital objek menggunakan Cryptocurrency sebagai alat pembayaran. 

Natalia Saputra, CEO of NEFTiPEDiA yang juga salah satu pendiri PT. Tiga Token Digital mengatakan, NEFTiPEDiA adalah project teknologi blockchain berbasis NFT. 

"NFT adalah aset digital yang mewakili objek rill seperti objek seni, musik, item dalam game, hingga video. Nah NFT ini bisa diperjualbelikan secara online menggunakan cryptocurrency atau mata uang kripto. NEFTiPEDiA hadir untuk memfasilitasinya sebagai marketplace," ujarnya dalam acara peluncuran NEFTiPEDiA Wallet & Marketplace. 

Natalia menuturkan, saat ini NEFTiPEDiA menyasar para creator digital, seniman, pelukis, digital artist videografer, fotografer dan para pelaku seni lainnya. Mereka (para kreator) bisa memajang karya di NEFTiPEDiA Marketplace untuk selanjutnya dihubungkan kepada buyer. 

NEFTiPEDiA disebut menjadi platform digital baru yang mampu mewadahi para kreator sekaligus menjadi tempat untuk sharing mereka. 

Hal tersebu dikonfirmasi oleh Jimmi Saputra, COO of NEFTiPEDiA. Pria yang sudah memiliki pengalaman lebih dari 17 tahun di dunia pariwisata ini melihat, pandemi membawa banyak perubahan. 

"Sejak awal pandemi di 2020 lalu, Bali yang bergantung pada pariwisata harus berhenti total. Banyak pegiat wisata yang kemudian alih profesi. Akhirnya mulai banyak yang banting setir termasuk dalam trading saham dan kripto," jelas Jimmi. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved