Breaking News:

Berita Gresik

Gresik Sukses Produksi Cangkul SNI Pertama di Indonesia

Cangkul buatan Indonesia asal Gresik telah berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI) siap merajai pasar domestik

Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Willy Abraham
Plt.Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin Reni Yanita (kiri) menunjukkan cangkul barong asal Gresik di Kemenperin, Senin (25/10/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Cangkul buatan Indonesia asal Gresik telah berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI) siap merajai pasar domestik.

Harga dan kualitasnya tidak kalah dengan pacul impor saat ini.

“Standar Nasional Indonesia (SNI) berfungsi memberikan perlindungan dan jaminan kualitas kepada konsumen atas keamanan, keselamatan, kesehatan dan lingkungan hidup (K3L),” kata Plt.Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin Reni Yanita di Jakarta (25/10/2021) dalam rilis yang diterima Surya.

Reni menambahkan, SNI merupakan salah satu instrumen dalam rangka menjalankan strategi pencapaian target substitusi impor hingga 35 persen pada tahun 2022 sebagai langkah pemulihan ekonomi nasional (PEN). Bagi industri, SNI juga merupakan nilai tambah, yakni jaminan kualitas pada produk yang diproduksi dan pasarkan sehingga dapat menembus pasar dengan
lebih mudah.

Baca juga: Sempat Ditunda, Pilkades Serentak di Sumenep Digelar 25 November 2021

Sebagai wujud dukungan terhadap penerapan SNI ini, Ditjen IKMA menyelenggarakan acara Penyerahan Sertifikat SNI Cangkul Dalam Negeri kepada PT. Indobaja Primamurni dengan
cangkul Type A merek cangkul Barong dan PT. Mekarmaju Jaya Abadi dengan cangkul
Type B.

“Kedua perusahaan tersebut telah membuktikan kualitas produknya dengan memenuhi persyaratan teknis produk sesuai SNI 0331:2018 (Cangkul – Syarat Mutudan Metode Uji),” kata
Reni.

Selama ini, Ditjen IKMA Kemenperin telah menyelenggarakan beragam pembinaan khususnya di Desa Mekarmaju, Kab. Bandung sejak tahun 2018, guna mendukung daya saing IKM
perkakas tangan. “Kami berikan fasilitasi secara bertahap mulai dari lendampingan Penerapan SNI, Fasilitasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), Kemitraan, inisiasi pendirian Material Center dan Sertifikasi SNI,” ungkap Reni.

Pendampingan sertifikasi SNI Cangkul di Desa Mekarmaju turut melibatkan Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) sebagai LSPro dan tenaga ahli dari PT. Indobaja Primamurni sebagai pendamping dalam melakukan sertifikasi sampai dengan terbitnya Sertifikat Kesesuaian.

Dengan nilai TKDN dari cangkul produk PT. Indobaja Primamurni dan PT. Mekarmaju Jaya Abadi yang masing-masing sudah mencapai 58,19% dan 51,96%, Reni berharap agar kedua cangkul segera masuk ke E- Katalog dan banyak masyarakat semakin percaya dan membeli
perkakas berkualitasbuatan Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved