Breaking News:

Berita Gresik

Jalan Raya Pantura Manyar-Gresik Pecah, Diduga Akibat Proyek Pipanisasi Untuk Perumda Giri Tirta

Jalan Raya Pantai Utara (Pantura) Gresik tepatnya di Desa Banyutami, Kecamatan  Manyar pecah, Selasa (26/10/2021)

Penulis: Sugiyono | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sugiyono
Petugas UPT Damkar Kota Malang saat melakukan pembasahan di lantai dua rumah milik Muhammad Nizar yang terbakar akibat rokok. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Jalan Raya Pantai Utara (Pantura) Gresik tepatnya di Desa Banyutami, Kecamatan  Manyar pecah, Selasa (26/10/2021).

Diduga akibat proyek penanaman pipa untuk Perusahaan Air Minum Daerah (Perumda) Giri Tirta dari Bendung Gerak Sembayat, Kecamatan Bungah ke Kecamatan Manyar.  

Pecahnya jalan tersebut terlihat jelas membelah jalan menjadi dua persis berada di tengah jalan. Terlihat ada retakan dan penurunan jalan sekitar 10 sentimeter dan memanjang hampir 10 meter. 

Dari pecahnya jalan Pantura Gresik, Desa Banyuwangi Kecamatan Manyar, dikawatirkan akan mengganggu pengguna jalan dan menimbulkan kemacetan. Sebab, banyak pekerja pabrik yang melintas dan kendaraan besar melintas di jalan tersebut. 

Baca juga: Rokok Ditinggal Saat BAB, Rumah di Kota Malang Hangus Terbakar

“Pecahnya jalan ini sudah terjadi sejak kemarin sore. Dikawatirkan, akan membahayakan pengguna kendaraan bermotor. Sebab, pecahnya jalan tersebut mengakibatkan lubang dan panjang,” kata Hadi, warga Kecamatan Dukun yang bekerja di wilayah Manyar

Diketahui, di sekitar kerusakan jalan tersebut terdapat proyek penanaman pipa Perumda Giri Tirta yang dikerjakan oleh kontraktor. Proyek tersebut akan memanfaatkan air dari Bendung Gerak Sembayat di Kecamatan Bungah menuju ke wilayah Kecamatan Manyar

Sementara Humas PT Gemilang Sunarno mengatakan, akan memperbaiki kerusakan jalan tersebut. “Ya kalau kerusakan akibat dari proyek, pasti akan diperbaiki,” kata Sunarno. 

Sementara Dikretur Utama Perumda Giri Tirta Kabupaten Gresik Siti Aminatus Zahriyah mengatakan, akibat keretakan jalan yang diakibatkan proyek penanaman pipa oleh kontraktor, akan dirapatkan untuk penanganannya. “Kita akan rakor terkait proyek tersebut,” kata Siti Aminatus Zahriyah. 

Terkait perizinan proyek penanaman pipa tersebut ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Bina Marga, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur – Bali, wilayah IV Provinsi Jawa Timur, Siti Aminatus Zahriyah mengatakan sudah memiliki izin. “Sudah dapat izin, proyek sebelum kerja harus ada izin,” katanya. 
(ugy/Sugiyono).

Kumpulan berita Gresik terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved