Breaking News:

Berita Kota Madiun

Periksa 21 Saksi Kasus Dugaan Korupsi PDAM Kota Madiun, Kejaksaan Agendakan Panggil Dirut

Periksa 21 saksi terkait kasus dugaan korupsi di PDAM Kota Madiun, kejaksaan telah mengagendakan untuk memanggil Dirut.

TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra
Kasi Intelijen Kejari Kota Madiun, Heru Prasetyo (kiri) bersama Kasi Pidsus Kejari Kota Madiun, Toni Wibisono saat ditemui di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Madiun, Selasa (26/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Kejaksaan Negeri Kota Madiun telah memanggil 21 saksi dalam penyidikan kasus dugaan penyalahgunaan anggaran pembayaran tenaga harian lepas PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun tahun 2017-2021.

Dari 21 saksi tersebut, 15 saksi dipanggil pada Senin (25/10/2021) kemarin, sedangkan 6 saksi dipanggil pada Selasa (26/10/2021).

Saksi-saksi yang telah dipanggil merupakan staf PDAM Kota Madiun.

Kasi Intelijen Kejari Kota Madiun, Heru Prasetyo mengatakan, pihak kejari akan memanggil orang-orang terkait yang masuk dalam kategori saksi.

Termasuk Direktur Utama PDAM Kota Madiun yang sudah dijadwalkan pemanggilannya.

"(Dirut) Sudah diagendakan, nanti saya cek lagi jadawalnya," kata Heru, Selasa (26/10/2021).

Pihak Kejaksaan Negeri Kota Madiun sendiri masih mengumpulkan alat bukti serta keterangan untuk menentukan berapa kerugian yang dialami para tenaga harian lepas akibat pemotongan gaji tersebut.

Lebih lanjut, Heru menjelaskan, dugaan kasus tersebut mencuat saat ada laporan dari masyarakat yang ditindaklanjuti dengan mengumpulkan data dan keterangan. 

"Dari pengumpulan data itu ada indikasi (tindak pidana), kemudian diteruskan penyelidikan, dari hasil penyelidikan itu ada peristiwa pidana yang mengarah ke tindak pidana korupsi," lanjutnya.

Baca juga: Kejari Kota Madiun Panggil 15 Saksi Kasus Dugaan Penyalahgunaan Anggaran PDAM Tirta Taman Sari

Setelah tim penyelidik menemukan bukti formula yang cukup, pihak Kejari Kota Madiun meneruskannya ke tahap penyidikan.

Hingga kini proses penyidikan sedang berjalan, yaitu pemeriksaan saksi. 

Untuk itu, pihak kejari belum menentukan tersangka kasus dugaan pemotongan gaji tenaga harian lepas PDAM Kota Madiun.

"Tim penyidik berupaya mengumpulkan alat bukti dan harapannya bisa segera selesai proses penyidikan dan dapat dilakukan tahap berikutnya," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved