Breaking News:

Berita Trenggalek

Presiden Minta Tarif PCR Rp 300 Ribu, RSUD Trenggalek Masih Kaji Penurunan Tarif

Presiden RI Joko Widodo meminta agar tarif tes polymerase chain reaction (PCR) turun menjadi Rp 300 ribu. Permintaan itu disampaikan lewat Menko

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Aflahul Abidin
Penampakan RSUD dr Soedomo Trenggalek 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK – Presiden RI Joko Widodo meminta agar tarif tes polymerase chain reaction (PCR) turun menjadi Rp 300 ribu.

Permintaan itu disampaikan lewat Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Senin (25/10/2021).

RSUD dr Soedomo, satu-satunya penyedia layanan tes PCR di Kabupaten Trenggalek, masih akan mengaji soal instruksi penurunan tarif tersebut.

Saat ini, tarif tes PCR di RS milik pemerintah daerah itu senilai Rp 350 ribu. Selisih Rp 50 ribu lebih mahal dibanding permintaan presiden.

“Masih kami kaji. Masih kami cari referensinya dulu [untuk penurunan tarif tes PCR],” kata Direktur RSUD dr Soedomo Kabupaten Trenggalek Sunarto, Selasa (26/10/2021).

Kemungkinan besar, kata Sunarto, RSUD dr Soedomo akan patuh dan mengikuti instruksi dari pemerintah pusat.

“Kami pasti mengikuti. Kalau program pemerintah, bagaimanapun harus kami laksanakan,” sambung dia..

Sunarto mengatakan, apabila tarif tes PCR ditetapkan Rp 300 ribu, selisihnya dengan biaya modal alat dan sebagainya akan tipis.

“Memang akan agak ngepres. Tapi kalau kebijakannya begitu, harus tetap kami laksanakan,” tutur Sunarto.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved