Breaking News:

Berita Jember

Sebanyak 11 Kecamatan di Jember Rawan Terjadi Tanah Longsor, Berikut Rinciannya

11 kecamatan di Kabupaten Jember termasuk dalam kawasan rawan bencana alam jenis tanah longsor. Hal ini berdasarkan data yang disampaikan oleh Badan P

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/TONY HERMAWAN
Ilustrasi - Kondisi rumah warga Desa Sawaran Kulon, Kecamatan Kedungjajang, Lumajang, yang rusak akibat diterjang bencana tanah longsor, Minggu (28/2/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - 11 kecamatan di Kabupaten Jember masuk dalam kawasan rawan bencana alam jenis tanah longsor. Hal ini berdasarkan data yang disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember kepada Surya (Tribun Jatim Network), Selasa (26/10/2021).

Ke-11 kecamatan itu berada di lereng Pegunungan Argopuro, Gunung Raung, juga Perbukitan Gumitir, dan Mandigu.

Lereng Pegunungan Argopuro memanjang mulai dari Kecamatan Sumberbaru, Tanggul, Bangsalsari, Sukorambi, Panti, Patrang, Arjasa, dan Jelbuk.

Sedangkan kecamatan yang berada di bawah lereng Gunung Raung adalah Sumberjambe, Ledokombo, juga Sukowono.

Sementara di bawah perbukitan Gumitir dan Mandigu ada Kecamatan Silo, Mumbulsari, juga Tempurejo.

Sedangkan satu lagi yakni Kecamatan Puger yang memiliki perbukitan batu kapur yakni Grenden yang berada di Desa Grenden. Perbukitan itu juga rawan longsor.

"BMKG sudah mengingatkan kita tentang potensi tanah longsor akibat bencana hidrometeorologi ini. Kami memiliki sesar pegunungan yang rawan longsor ini, seperti yang berada di lereng Gunung Argopuro," ujar Bupati Jember Hendy Siswanto.

Karenanya, pihaknya mewaspadai kawasan rawan bencana alam tanah longsor tersebut. Apalagi, imbuhnya, ketika musim penghujan di beberapa kawasan tersebut kerap terjadi tanah longsor.

Hendy telah menginstruksikan kepada semua petugas yang menangani bencana alam untuk siaga memasuki musim penghujan di bulan Oktober ini. Begitu juga dengan komunitas relawan kemanusiaan. Dia juga meminta masyarakat waspada sejak dini.

"Satu di antaranya masyarakat memiliki alat komunikasi untuk memberitahu adanya bencana, kentongan di antaranya. Saya sudah instruksikan kepada camat dan kepala desa untuk kembali mengaktifkan kentongan ini. Kentongan ini akan sangat membantu jika terjadi bencana malam hari," tegas Hendy.

Selain tanah longsor, bencana hidrometeorologi yang berpotensi di Kabupaten Jember adalah banjir, baik itu banjir bandang maupun banjir genangan.

Pada Senin (25/10/2021) kemarin, sejumlah unsur terkait di Kabupaten Jember sudah menggelar apel kesiapsiagaan bencana alam tersebut. Dari pantauan Tribun Jatim Network, Kabupaten Jember juga sudah mulai diguyur hujan seperti yang terjadi Selasa (26/10/2021) sore.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved