Breaking News:

Berita Kota Madiun

BPBD Petakan Potensi Bencana Hidrometeorologi, Ada 4 Kelurahan Kota Madiun Rawan Banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memetakan potensi bencana hidrometeorologi, ada 4 kelurahan di Kota Madiun yang termasuk rawan banjir.

TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra
Simulasi evakuasi korban bencana alam di Taman Ngrowo Bening Kota Madiun, 2021. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun memetakan kelurahan yang rawan bencana hidrometeorologi.

Setidaknya ada 4 kelurahan di Kota Madiun yang rawan banjir, yaitu Pilangbango, Rejomulyo, Kelun, dan Tawangrejo.

"Kota Madiun bagian utara ini kan kondisi kontur geografisnya rendah, jadi memang lebih rawan terjadi banjir dibandingkan yang lain," kata Kalaksa BPBD Kota Madiun, Jariyanto, Rabu (27/10/2021).

Menurut Jariyanto, saat musim penghujan tiba, potensi banjir dan angin kencang di Kota Madiun selalu ada.

Hal ini disebabkan karena dataran Kota Madiun lebih rendah dibandingkan daerah di sekitarnya.

"Jadi Kota Madiun sebagai lewatan saja. Karena di wilayah sekitar yang dataranya lebih tinggi (airnya) pasti melewati Kota Madiun," lanjutnya.

Apalagi jika curah hujan dengan intensitas tinggi terjadi di Kota Madiun dengan durasi lebih dari lima jam. Potensi luapan air sungai akan semakin besar.

"Terakhir banjir itu tahun 2019. Ada tiga kelurahan yang terdampak. Tapi tidak parah juga," lanjutnya.

Ia menuturkan, genangan air tersebut sudah surut tidak lebih dari 3 jam.

Baca juga: Ferensa Thitania, Gadis Cantik Kota Madiun Wakili Jawa Timur di Ajang Puteri Remaja Indonesia 2021

Jariyanto sendiri optimistis tahun ini Kota Pecel (sebutan Madiun) bisa terbebas dari banjir.

"Dengan adanya pembangunan box culvert di wilayah perkotaan ini wilayah perkotaan lebih aman, karena dimensi alirannya lebih besar. Jadi ketika hujan 2-3 jam aman," ucap Jariyanto.

Selain itu, untuk mengantisipasi terjadinya banjir di wilayah kota, pemkot sudah memasang pompa-pompa di titik-titik rawan.

"Semua pompa sudah disiapkan. Dan itu sudah otomatis. Ketika debit air dan mencapai ketinggian tertentu maka akan menyala otomatis, tapi tetap ada petugas yang berjaga di sana," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved