Breaking News:

Berita Surabaya

Car Free Day Kota Surabaya Kembali Diadakan, Event Khusus dan PKL Sementara Ditiadakan

Setelah hampir dua tahun Car Free Day (CFD) ditiadakan akibat pandemi Covid 19, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH)

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Januar
Istimewa/TribunJatim.com
Ilustrasi Jalan Kembang Jepun, Surabaya. Kawasan ini rencananya akan menjadi lokasi uji coba Car Free Day (CFD), Senin (25/10/2021). 
Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani
 
 
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Setelah hampir dua tahun Car Free Day (CFD) ditiadakan akibat pandemi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akhirnya kembali mengadakan kegiatan tersebut.
 
Agenda yang rutin dimanfaatkan masyarakat sebagai berolahraga tiap minggu ini akan difokuskan di Jalan Kembang Jepun. Umumnya, Kota Pahlawan memiliki 8 lokasi pelaksanaan CFD. Selain berolahraga, warga dapat beraktivitas dengan bebas di akhir pekan tanpa gangguan kendaraan bermotor.
 
Dyan Prasetyaningtyas, Kepala Seksi Peningkatan Kualitas dan Penyuluhan Lingkungan Hidup DLH Kota Surabaya, memaparkan, pihaknya berencana mau membuka pada awal November sampai Desember. Dengan hanya satu lokasi di Kembang Jepun tiap minggunya. Pemilihan jalan itu dilihat berdasarkan jumlah pengunjung yang relatif tidak banyak.
 
"Mekanismenya kami upayakan sesuai protokol kesehatan. Yang jelas saat ini sedang proses untuk asesmen dengan Satgas Covid. Sambil melihat kedepan pelaksanaanya karena kondisi masih bel normal," ujarnya, Rabu (27/10/2021).
Kapan hari, lanjut Dyan,  juga sudah dilakukan survey ke lokasi. Kendati hasil asesmen masih ditunggu, namun berdasar informasi yang ia dapat, memperoleh lampu hijau dan memperbolehkan pelaksanaan dengan catatan lokasi yang sudah diasesmen di Kembang Jepun
 
Lebih lanjut ia menerangkan, ada beberapa poin yang sesuai dengan prokes sudah ditetapkan oleh Satgas Covid 19. Seperti menyediakan hand sanitizer atau tempat cuci tangan, menjaga jarak antar pengunjung, mewajibkan memakai masker. kemudian nantinya diberlakukan sistem satu arah atau one gate system agar tidak memicu banyak massa dan memperkecil potensi masalah. 
 
"Jalan jalan sirip akan sterilkan dulu jadi ada penempatan petugas di jalan jalan itu. Petugas masih sama dengan sebelumnya melibatkan Kepolisian, Dinas Lingkungan Hidup, Dishub, Linmas dan lain sebagainya sesuai perwali. Kami ikuti dan kami upayakan," tuturnya.
 
"Pelaksanaannya pukul 06.00 sampai 09.00. Tapi nanti kami melihat kondisi dan akan kami tertibkan sebelum jam penutupan. Kami juga terlebih dahulu melakukan rapat dan koordinasi tim. Dari situ dihasilkan masukan dan saran kami fokus satu titik yang aman dan tidak terlalu banyak pengunjung. Untuk sementara ini kami hindari Jalan Darmo dan Tunjungan yang relatif banyak pengunjung," imbuhnya.
 
Dyan berpesan, tujuan digelarnya kembali aktivitas ini adalah  memperbaiki kualitas udara, dengan menutup sisi jalan tertentu bisa mengurangi gas emisi kendaraan bermotor. Bagi warga yang mau mengikuti CFD tetap menerapkan prokes yang berlaku.
 
"Tidak ada yang namanya even khusus dan menimbulkan kerumunan massa. Disamping itu PKL dan pedagang sangat tidak disarankan ada disana karena akan menimbulkan banyak gerombolan massa. Tentunya CFD dapat aman dan sesuai tujuan awal serta juga tidak menimbulkan permasalahan baru," tutupnya.
 
 
 
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved