Breaking News:

Berita Kediri

Operasi Bersama Temukan 5.900 Batang Rokok Tanpa Pita Cukai di Kediri

Operasi bersama Pemkot Kediri dengan Kantor Bea Cukai Kediri menemukannya 5.900 batang rokok tanpa pita cukai. Ribuan batang rokok ilegal itu dijual

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Didik Mashudi
Petugas gabungan melakukan razia rokok polos tanpa pita cukai yang dijual di toko wilayah Kota Kediri, Rabu (27/10/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Operasi bersama Pemkot Kediri dengan Kantor Bea Cukai Kediri menemukannya 5.900 batang rokok tanpa pita cukai. Ribuan batang rokok ilegal itu dijual di 2 toko yang berbeda di wilayah Kota Kediri.

Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kota Kediri Zachrie Ahmad menjelaskan, operasi dilakukan di 3 Kecamatan dengan menyasar toko dan warung yang terletak di pinggiran Kota Kediri dan disinyalir rawan peredaran barang kena cukai ilegal. 

Dari hasil operasi, barang bukti berupa rokok polos tersebut disita dan selanjutkan akan dilakukan pemeriksaan oleh Bea Cukai Kediri

“Pemilik toko juga akan diperiksa dari mana dan siapa pemasok rokok tersebut,” ungkap Zachrie Ahmad, Rabu (27/10/2021).

Dijelaskan, saat ini diduga adanya penyebaran rokok illegal ini ditengarai penjual ingin mencari untung lebih dengan penjualan rokok yang lebih murah.

Selain melakukan operasi rokok illegal, tim gabungan juga melakukan sidak ke beberapa outlet vapor di Kota Kediri. Hasilnya sampai saat ini tingkat kepatuhan para pelaku usaha vapor masih baik.

“Sejak diberlakukan pita cukai pada vapor pada 2018 masih belum ditemukan adanya pelanggaran. Saat turun ke lapangan kami sekaligus memberi pemahaman ke pemilik toko mengenai barang kena cukai,” jelasnya.

Sementara Hendra, salah satu pemilik toko vapor di Mojorotomenuturkan, telah mengetahui informasi pita cukai dan juga diundang dalam kegiatan sosialisasi Barang Kena Cukai.

"Sudah dijelaskan semua produk vapor harus memiliki pita cukai, kecuali yang non nikotin dan saya jualnya yang berpita cukai semua. Sebenarnya ada permintaan vapor non nikotin dan tanpa pita cukai, tapi saya gak mau ambil resiko,” ujarnya.

Dikatakan, adanya permintaan vapor tanpa pita cukai karena selisih harga yang mencapai 3 kali lipat dari vapor dengan pita cukai. 

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengajak masyarakat bersama-sama ikut serta menggempur rokok illegal yang beredar di Kota Kediri

Selain melanggar peraturan mengenai barang kena cukai, pelanggaran ini juga berdampak pada pendapatan negara. 

Baca juga: Biaya Transfer Antarbank Hanya Rp 2.500, Ini Daftar Bank yang Mulai Menerapkannya Desember 2021

“Dari dana hasil cukai nantinya akan kembali kepada masyarakat, salah satu contohnya yaitu peningkatan pelayanan kesehatan, jaminan kesehatan penduduk, serta penanggulangan pandemi Covid-19. Saya harap masyarakat ikut memberantas peredaran rokok illegal,” himbauannya.(didik mashudi)

Kumpulan berita Kediri terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved